Cuaca Hujan Akibatkan Penjemuran Ikan Terhambat
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Kondisi curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan mengakibatkan pemilik usaha pembuatan teri dan ikan asin rebus di wilayah Kalianda Lampung Selatan terhambat.
Masturi (34) salah satu pembuat teri di Kelurahan Way Urang Kecamatan Kalianda menyebut, selama dua pekan terakhir dirinya mengalami kesulitan dalam proses penjemuran teri dan ikan asin rebus. Sebanyak 100 para-para bambu atau senoko untuk penjemuran diakuinya sebagian terpaksa ditutupi dengan plastik.
Para-para bambu disebutnya bahkan harus diangkat ke lokasi pengolahan teri rebus berupa bangunan terbuat dari atap asbes. Kondisi cuaca hujan mengakibatkan proses pengolahan ikan teri jengki dan ikan asin rebus membutuhkan waktu yang lama dibandingkan hari biasa. Pada hari normal, Masturi mengungkapkan, proses perebusan teri hingga penjemuran membutuhkan waktu dua hari.

Masturi mengungkapkan, dalam kondisi cuaca hujan dan bergelombang mengakibatkan bahan baku teri dari nelayan bagan congkel terbatas. Dalam satu kali pembelian Masturi mengaku, membeli sebanyak 100 cekeng dengan harga satu cekeng Rp120.000 dengan berat lima belas kilogram. Kondisi tersebut berbeda dengan saat kondisi cuaca baik dengan pasokan bisa mencapai 200 cekeng.
Kondisi hasil tangkapan ikan dari nelayan bagan congkel dan bagan apung bahkan kerap bisa memperoleh bahan baku sekitar 1 ton. Hasil tangkapan nelayan diperoleh dari wilayah Kalianda, Bakauheni dan Ketapang. Meski demikian, ia menyebut, proses pengolahan teri rebus dan ikan asin rebus terkendala oleh cuaca dan bahan baku.
“Saat cuaca baik dan pasokan bahan baku dari nelayan lancar, proses pembuatan teri rebus dan ikan asin efisiensi waktu dan biaya,” terang Masturi.

Kondisi cuaca terik matahari yang sempurna membuat proses penjemuran bisa lebih singkat. Proses penjemuran dengan waktu sehari hanya membutuhkan biaya puluhan ribu untuk satu karyawan, berbeda jika hujan bisa membengkak ratusan ribu dalam beberapa hari. Imbasnya, biaya operasional pembuatan teri dan ikan asin rebus juga akan membengkak dibandingkan saat kondisi cuaca panas terik.
Salah satu pembuat teri dan ikan asin rebus di Desa Maja Kecamatan Kalianda juga mengeluhkan kondisi cuaca yang didominasi hujan.
Hendra (40) salah satu pembuat teri rebus saat dihubungi mengaku, terpaksa menjual ikan teri bahan bakunya kepada pembuat teri di Bakauheni. Proses pengoperan bahan baku hanya memberi keuntungan Rp10.000 per cekeng dibandingkan jika dibuat menjadi teri rebus.

Penjualan bahan baku teri ke pembuat teri dan ikan asin rebus hanya dilakukan saat wilayahnya mengalami kondisi cuaca hujan. Namun, saat kondisi cuaca panas terik dirinya tetap memproduksi teri dan ikan asin melalui proses perebusan hingga penjemuran.
Saat ini harga teri jenis jengki diakuinya dijual ke pengepul ikan asin dengan harga Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Teri dan ikan asin tersebut kerap pula dijual ke pasar tradisional di Kalianda dan wilayah Jakarta.