Buruknya Drainase Percepat Kerusakan Jalan di Bandarlampung
BANDARLAMPUNG – Sejumlah warga Kota Bandarlampung menilai buruknya drainase mempercepat kerusakan jalan di daerah tersebut. Air yang menggenang di jalan menyebabkan terkikisnya lapisan aspal.
Sementara selain karena banyak drainase mengalami kerusakan, ada pula jalan yang tidak dilengkapi drainase. “Bahkan ada beberapa jalan terutama di permukiman warga tidak memiliki drainase, sehingga saat hujan lebat air menggenang. Ini salah satu penyebab cepatnya jalan rusak,” kata Warga Kedaton, Bandarlampung Rahmadi, Sabtu (10/3/2018).
Jalan yang tidak memiliki drainase di antaranya Jalan Nusantara VI, Labuhanratu, Bandarlampung. Di lokasi tersebut warga membuat pagar pembatas dengan tidak mensisakan lahan untuk drainase. Akibatnya ketika hujan turun terjadi genangan air.
Lokasi lain adalah Jalan Lekipali, Kotasepang, Bandarlampung arah pemancingan. Di lokasi tersebut air cepat menggenang meski hujan hanya turun sebentar. Warga lainnya Sutikno mengatakan, ada beberapa ruas jalan meski diberikan drainase namun karena buruknya pengerjaan membuat jalan tersebut cepat rusak.
Jalan Way Pios, Labuhanratu adalah salah satu jalan yang drainasenya rusak akibat pengerjaan yang kurang baik. “Saya melihat drainase tersebut sepertinya dibangun seperti segitiga siku-siku yang dibalik. Artinya, hanya lebar di permukaan dan menipis ke bawah sebelah dalam sehingga kalau dilihat seperti tebal. Padahal tipis dan ketika tersenggol ban mobil langsung jebol,” kata dia.
Sebelumnya Ketua Pusat Studi Kota dan Daerah Universitas Bandarlampung (UBL) IB Ilham Malik mengatakan, Kota Bandarlampung minim kawasan resapan air. Akibatnya jalan protokol dan sejumlah tempat lainnya kerap banjir disertai tanah longsor.
Menurut Dia, banjir biasanya disebabkan juga oleh minimnya kawasan resapan air yang telah berubah fungsi menjadi permukiman. Permukiman tersebut dilanjutkan, tidak menyediakan embung atau biopori biasa disebut juga peresapan air hujan. “Bila banjir terjadi di jalan protokol, kondisi drainase jalan rayanya tidak memadai atau rusak sehingga air tidak mengalir dengan baik dan ke luar ke badan jalan,” jelasnya. (Ant)