Taman Mini Menari, Harmonisasi Tarian Daerah

Editor: Irvan Syafari

JAKARTA — Berbagai tarian tradisional dari berbagai Anjungan Taman Mini Indonesia (TMII) ditampilkan di Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (25/2/2018) sore.

Kegiatan ini guna memberikan kesempatan kepada setiap diklat anjungan daerah dalam pelestarian seni budayanya kepada pengunjung.

Pemandangan indah terlukis pada Minggu (25/2/2018) sore itu yakni, ratusan penari dengan busana tradisional berlenggok di area Plaza Tugu Api Pancasila.

Kita Production mengawali gelaran TMII Menari dengan diiringi lagu Cinta Taman Mini. Gerak tari mereka diikuti seluruh penari lainnya dari berbagai anjungan.

Tampilan selanjutnya adalah Tari Pendet dari diklat Anjungan Bali TMII. Gerak gemulai para penari cilik ini memukau penonton, sehingga tepuk tangan  terdengar.

Selanjutnya, Tari Lenggang Nyai tampilan SD Muhammadiyah 06 Tebet, Jakarta Selatan. Gerakan tari mereka juga diikuti oleh peserta lainnya.

Begitu pula dengan gerakan lincah para penari Monel dari Sanggar Kreasi Puspita Bekasi. Tari Petik Apel dari Sanggar Teater Nusantara juga terlihat mempesona dengan harmonisasi busana tradisional berwarna cerah.

Tari Rakyat milik diklat Anjungan Jawa Barat TMII juga tak kalah memukau  pandangan mata pengunjung tak berkedip.

Tampilan terakhir yakni Tari Kawasaran dari Anjungan Sulawesi Utara TMII. Terlihat begitu gagah dengan penarinya dilengkapi senjata dan ornamen tenggorak monyet dikalungkan di leher hingga menjuntai ke dada penari.

Para penari ini mengajak para pengunjung TMII untuk menari bersama. Sehingga suasana Plaza Tugu Api Pancasila pun riuh dengan gerak gemulai harmonisasi penari dan pengunjung. Namun tak jarang yang malu-malu hanya menari di tepi area, bahkan ada yang duduk tapi tangan dan badannya mengikuti irama musik.

Manajer Informasi, Budaya, dan Wisata TMII, Ertis Yulia Manikam mengatakan, acara Taman Mini Menari menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap bulan pada minggu keempat.

Acara ini menurutnya, untuk mengajak pengunjung mengenal sekaligus berpartisipasi menarikan tari tradisional daerah.

Gelaran ini Minggu (25/2/2018) sore ini memang tak hanya diikuti diklat seni budaya anjungan daerah saja tapi juga ada tampilan dari sekolah yang bersinergi dengan TMII. Jadi kata Ertis, TMII juga memberikan kesempatan pada sanggar dan sekolah-sekolah.

“Setiap anjungan dapat jatah menampilkan pertunjukkan tari. Diklat seni di TMII telah mencetak para penari profesional hingga berkiprah menari ke berbagai negara,” kata Ertis kepada Cendana News.

Taman Mini Menari ini, jelas dia, merupakan program budaya TMII yang sudah berjalan dua tahun, sebagai daya tarik bagi pengunjung. Masing-masing diklat menampilkan tarian yang telah dipelajarinya dan diharapkan akan terus berinovasi dalam gerak tarinya.

Ertis berharap acara ini berdampak positif karena dengan pengunjung membawa anak-anaknya secara otomatis melihat langsung. Sehingga diharapkan mereka juga termotivasi untuk ikut melestarikan budaya dengan bergabung di diklat seni anjungan daerah di TMII.

“Kalau melihat langsung kan anak-anak bisa termotivasi ikut latihan menari, dan bisa mendaftar di diklat seni anjungan daerah,” kata Ertis.

Susan, warga Cimanggis, Jawa Barat yakni salah satu pengunjung TMII mengaku kalau dirinya tadi ikut menari mestipun hanya di tepi area. Bahkan anaknya, Kayla (5 tahun) ikut bergoyang mengikuti gerak tari peserta Taman Mini Menari.

“Seru lihatnya, bagus. Anak saya juga senang. Insha Allah, saya akan daftarkan dia belajar menari di anjungan TMII,” kata Susan.

Lihat juga...