Sungai Pepe di Solo Meluap, Dua Kwintal Raskin Dievakuasi
Editor: Irvan Syafari
SOLO — Hujan deras yang terjadi sejak siang hingga malam ini, membuat sejumlah perkampungan di Solo, Jawa Tengah terendam banjir. Banjir luapan sungai anak Bengawan Solo ini bahkan membuat warga harus menyelamatkan beras miskin (raskin) di Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.
Luapan sungai kali Pepe terjadi sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB. Derasnya hujan yang terjadi dengan itensitas cukup lama membuat sungai yang berada tepat di samping kantor Kelurahan Kedunglumbu meluap. Dampaknya, puluhan platik beras miskin yang disimpan di gudang kelurahan harus dievakuasi karena banjir terus meninggi.
Lurah Kedunglumbu Dewi Tri Astuti menjelaskan, air luapan Sungai Pepe mulai naik sekitar pukul 16.00. Petugas kelurahan dibantu warga setempat langsung memindahkan beras untuk keluarga miskin itu dengan cara bergotong royong.
“Sekitar jam 16.30 WIB, kami mulai lakukan evakuasi hingga menjelang mabrib. Ari sudah naik sekitar 40 sentimeter,” terang Dewi kepada Cendana News, Rabu (7/2/2018) malam.
Akibat luapan banjir itu, setidaknya 200 Kilogram beras raskrin harus dievakusi ke masjid terdekat, karena mulai tergenang air luapan banjir. Tingginya air luapan banjir hingga 50 sentimeter, membuat permukiman warga juga banyak yang terendam. Setidaknya terdapat tiga Rukun Tangga yang rumahnya terendam banjir dengan kedalaman 30-50 sentimeter.
“Yang kena banjir itu warga di RT 1, Rt 3 dan 7. Ratusan lebih warga yang terkena banjir luapan Sungai Pepe ini,” terangnya
Menurutnya, warga di 3 RT tersebut sudah menjadi langganan banjir setiap hujan deras mengguyur Solo. Selain berada tepat di tepi Sungai Pepe, daya tampung sungai yang tak maksimal membuat permukiman warga mudah terendam banjir.
“Sudah menjadi langganan warga di sini. Sejuah ini belum bisa mencari solusi, karena memang kondisi sungai di tengah perkampungan warga,” imbuhnya.
Banjir yang melanda Kelurahan Kedunglumbu mudah naik, namun juga mudah surut. Jika kondisi hujan tidak terus menerus terjadi, air yang menggenangi permukiman warga dalam waktu singkat dapat surut.
“Kalau sudah dua sampai tiga jam air sudah surut. Tapi kalau hujan tidak kunjung reda, air juga bisa semakin naik,” pungkasnya.