Sensasi Kelezatan Tahu Gejrot Khas Cirebon

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Tahu gejrot, kuliner khas Cirebon yang kerap dijajakan mempergunakan pikulan atau gerobak dorong. Jajanan berbahan dasar tahu ini cukup mudah ditemukan, salah satunya di dermaga bom Kalianda.

Salah satu penjual, Darus (40) menyebutakan, peminat tahu genjrot cukup banyak. Dalam sehari ia bahkan mampu menghasilkan pemasukan hingga Rp500 ribu untuk 100 porsi dengan harga jual Rp5.000.

Darus menerangkan, proses pembuatan cukup mudah dengan bahan baku tahu Sumedang atau tahu pong yang sudah digoreng, selanjutnya dipotong kecil dan dicampur kuah beragam bumbu serta dihidangkan menggunakan piring tembikar dari tanah liat.

“Tahu Sumedang memiliki ciri khas isi bagian dalam sedikit dan garing di bagian luar demikian juga tahu pong sehingga cocok digunakan sebagai tahu gejrot,” beber Darus, salah satu penjual jajanan tahu gejrot khas Cirebon saat ditemui Cendana News di pusat wisata kuliner dermaga Bom Kalianda baru baru ini.

Tahap pertama membuat bumbu tahu terdiri dari cabai rawit, garam dan bawang merah yang diulek dalam tembikar sekaligus berfungsi sebagai piring. Darus akan menawarkan tingkatan rasa kepedasan dengan jumlah cabai yang berbeda sesuai dengan selera pembeli.

Selanjutnya, tahu siap dipotong kecil kecil dan diletakkan di atas tembikar sebagai tempat menghaluskan bumbu dasar. Selanjutnya tahu dan bumbu dicampurkan melalui proses pengadukan dan sedikit ditumbuk agar bumbu dasar terserap sempurna.

Bumbu tambahan lain juga disiapkan dalam sebuah botol khusus yang dikenal dengan kuah asam campuran air asam, gula aren, bawang merah, bawang putih, cabai rawit yang dihaluskan dan dicampurkan dengan air.

“Saat dimasukkan dalam botol dan ketika disiramkan di atas tahu gejrot yang sudah dipotong muncul bunyi atau suara jrot jrot sehingga jajanan ini dinamakan tahu gejrot,” ungkap Darus menceritakan sejarah nama tahu gejrot.

Tahu Genjrot
Penjual kuliner tahu gejrot melayani pesanan konsumen di pusat wisata kuliner dermaga bom Kalianda Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Darus juga menyebut sesuai selera masyarakat Kalianda tahu gejrot kerap dikombinasikan dengan cacahan mentimun segar sebagai varian rasa yang menyegarkan terutama saat disantap pada siang hari.

Hendra (40) salah satu masyarakat menyebutkan, ia menyukai sajian tahu gejrot dengan kuah menyegarkan berbagai rasa manis, asem dan asin dari bumbu kuah selain kepedasan dari bumbu halus cabai rawit yang ditumbuk dalam piring tembikar.

Sebagai makanan tradisional yang menggunakan bahan tahu ia juga menyebut tahu gejrot menjadi pilihan bagi penyuka jajanan yang kaya akan protein nabati itu yang biasanya hanya dijadikan sayur atau sekedar digoreng.

Lihat juga...