Sandiaga: Sopir Angkot Tanah Abang Setuju Bergabung ke OK Otrip

Editor: Irvan Syafari

JAKARTA —- Sejumlah sopir angkot trayek Tanah Abang kembali mendatangi gedung Balai Kota. Kedatangannya untuk mendapatkan kepastian atas janji Gubernur dan Wakil Gubernur, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno beberapa hari lalu di Balai Kota. terkait penurunan pendapatan para supir angkot setelah Jalan Jatibaru ditutup dan dijadikan lokasi berjualan pedagang kaki lima (PKL).

Sandiaga Uno menepati janjnya bertemu perwakilan Sopir Angkot di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/2).  Pada pertemuan itu Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan  solusi supaya pendapatan para supir angkot normal kembali, seperti  sebelum ditutupnya jalan Jatibaru Raya ke Stasiun Tanah Abang. Sebelumnya supir angkot ini mengeluhkan pendapatannya menurun 50 persen akibat Jalan Jatibaru Raya ditutup.

Pertemuan Sandiaga dengan perwakilan supir angkot yang berlangsung tertutup selama dua setengah jam itu, ada tiga hal yang dihasilkan dari pertemuan, pertama mengenai supir angkot setuju dengan tawaran Sandi untuk bergabung dengan program One Karcis One Trip (OK Otrip).

“Bahwa kita dan Pemprov DKI maupun juga para perwakilan (supir angkot) sepakat untuk setuju dan mendukung program OK Otrip Pemprov DKI Jakarta untuk mempercepat implementasi OK Otrip,” tuturnya.

Kemudian dia menambahkan sambil menunggu OK Otrip yang akan dikebut dalam waktu satu bulan, pihaknya akan mengatur operasional angkot dan Transjakarta Tanah Abang Explorer.

“Rencananya akan dikebut selama 1 bulan untuk wilayah Tanah Abang, kami juga menyepakati bahwa operasional trayek bus umum kecil diatur di dalam sebuah skema yang bersanding dengan Transjakarta Tanah Abang Explorer dengan jam jam yang nanti diinformasikan oleh Pak Kadishub,” tuturnya.

Insha Allah transportasi ini akan merembet ke seluruh wilayah Jakarta,” sambungnya.

Selain itu pertemuan itu juga menyepakati bahwa keputusan terkait siapa yang menanggung modal kerja dengan bergabubgnya supir angkot dengan OK Otrip akan dibahas di kemudian hari. Kemudian, perihal siapa penanggungjawab modal tersebut. Yakni pemilik kendaraan atau pihak koperasi.

“Kami juga sepakat bahwa modal kerja yang ditanggung pemilik kendaraan atau koperasi akan dibahas segera sehingga 1, niat kita untuk kembalinya kesejahteraan dan peningkatan pendapatan dan penghasilan daripada teman teman JP03, M08, dan M010 itu kembali normal dan kita kembalikan rasa keadilan,” tuturnya.

Menurutnya, supir angkot ini merasa tidak diberikan ruang seperti dengan pedagang kaki lima yang diberikan ruang.

“Teman-teman ini menyatakan bahwa pedagang kecil sekarang sudah diberikan ruang. Dengan kesepatakan ini kita kembalikan keadilan untuk para supir angkot dan pengusaha penyelenggara angkutan umum,” ungkapnya.

Sandi mengatakan sambil menunggu OK Otrip yang akan dikebut dalam waktu satu bulan pihaknya akan mengatur operasional angkot dan Transjakarta Tanah Abang Explorer.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansah menjelaskan Jalan Jati Baru Raya telah dibuka kembali untuk jalur angkot di waktu khusus yang telah disepakati menggunakan skema OK Otrip dengan harga lama Rp3.359,36 ribu per kilometer.

“Sambil menunggu revisi menyesuaikan tarif selanjutnya. Sambil menunggu implementasi Ok Otrip kita melakikan modifikasi terutama layanan angkot dan Transjakarta Tanah Abang Explorer,” ujarnya Andri di Balai Kota.

Sementara untuk modifikasi trayek pukul 15.00 WIB sampai dengan beroperasi seluruh angkot bisa melewati jalan Jatibaru Raya stasiun sisi barat dari arah selatan ke arah utara. Katanya, pukul 08.00 sampai 15.00 WIB untuk Transjakarta Tanah abang Explorer beroperasi seperti semula.

Sedangkan jam 15.00 sampai 08.00 semua rute melalui depan stasiun Tanah Abang dan Blok A dapat dilalui angkutan umum bus kecil trayek JP 03, JP 3A, JP 08 dan JP 10 demikian.  Dengan demikian Transjakarta Explorer bisa beroperasi.

Sitombo, salah seorang perwakilan sopir angkot, juga seorang  pengusaha kecil yang punya lapak di Tanah Abang mengaku mendukung apa yang diberikan oleh Pemperov DKI.

“Saya yakin ini yang terbaik. Intinya kami tidak keberatan diberikan OK Otrip ini. Memang kalau saya pelajari Pak Wagub ini memang ingin mensejahterahkan orang kecil, intinya kami tidak keberatan,” ujar Sitombo di Balai Kota usai melakukan pertemuan dengan Wagub Sandiaga.

Dia pun setuju dengan adanya pembagiam shift. Menurutnya sangat tepat.

“Jadi kami setuju dengan pihak pemerintah bahwa ada 2 shift jam 05.00 sampai 13.00 WIB untuk OK Otrip dan jam 13.00 sampai 22.00 WIB malm untuk kami,” imbuhnya.

Lihat juga...