Restorasi Kawasan Saribu Rumah Gadang Ditabuh Pekan Depan
Editor: Irvan Syafari
SOLOK SELATAN — Program Restorasi Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Republik Indonesia segera bergulir. Ground Breaking program tersebut disepakati untuk dilaksanakan pada 9 Februari 2018, sebanyak empat Rumah Gadang akan dijadikan pilot project.
Kepastian ini diperoleh ketika Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria bertemu dengan Iwan Suprijanto, Direktur Bina Penataan Bangunan (BPB) Kemen PUPR bersama rombongan dari Dinas PU Sumatera Barat, di Rumah Dinas Bupati Solok Selatan.
“Di Kawasan Saribu Rumah Gadang ada 125 Rumah gadang, yang hendak direstorasi terdata ada 40 Rumah Gadang, tapi kemudian berdasarkan kriteria yang sesuai hanya 15 Rumah Gadang, dan untuk percontohan kami akan tangani empat unit berikut penataan kawasan sekitarnya,” kata Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria, ketika dihubungi dihubungi, Jumat (2/2/2018), malam ini.
Ia menyebutkan untuk persiapan ground breaking pihaknya akan mempersiapkan satu unit Rumah Gadang terlebih dahulu. Tujuan pilot project ini adalah untuk mendokumentasikan terlebih dahulu spesifikasi teknis Rumah Gadang, mulai dari arsitektur, material yang digunakan sampai dengan cara membangun Rumah Gadang.
“Untuk pengerjaan akan dilakukan secara swakelola, karena membutuhkan keahlian khusus dan perlu kehati-hatian, bagian utama dikerjakan oleh tukang tuo didampingi oleh tim Cagar Budaya,” jelasnya.
Untuk empat rumah gadang yang akan dipilih masih dalam tahap kajian yang akan secara detail akan didiskusikan oleh tim.
“Jadi besar anggaran yang dibutuhkan nanti disesuaikan dengan kondisi rumah gadang, besarannya tidak sama setiap rumah gadangnya,” sebutnya.
Bahkan sebelumnya, Universitas Malaya dari Malaysia telah datang ke Kabupaten Solok Selatan, dengan tujuan untuk membantu merumuskan langkah-langkah agar objek wisata kampung adat Kawasan Saribu Rumah Gadang bisa menjadi warisan dunia.
Asisten III bidang Aministrasi Umum Setdakab Solok Selatan Yul Amri mengatakan ada sebanyak 11 orang desan yang datang, dari agenda yang para dosen dari Malaysia itu akan berada di Solok Selatan hingga besok. Sementara untuk dari hari kemarin dan hingga hari ini, tamu dari Malaysai itu melakukan kunjungan ke Kawasan Saribu Rumah Gadang.
“Kita tentunya menyambut dengan adanya kedatangan para dosen dari Malaysia ini, karena dengan adanya kedatangan mereka, merupakan bentuk bahwa Solok Selatan bisa menjadi wisata dunia,” ucapnya.
Maka dari itu, Ia menegaskan, jika nanti Kawasan Saribu Rumah Gadang sudah diakui sebagai warisan dunia, maka atensi pemerintah pusat dan masyarakat internasional akan tinggi, sehingga Solok Selatan akan menjadi salah satu tujuan utama wisata di Sumbar.