Posdaya Ganesha Pecahkan Berbagai Masalah Dusun Tegalrejo

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Keberadaan Posdaya Ganesha di dusun Tegalrejo, Bawuran, Pleret, Bantul sejak tahun 2009 dinilai mampu menjadi wadah setiap kegiatan di tingkat dusun. Tak hanya itu saja, melalui posdaya pula lah, berbagai permasalahan dusun dapat dibahas dan dicarikan solusinya secara bersama-sama.

Hal itu dirasakan Kepala Dusun Tegalrejo, Bawuran, Pleret, Bantul sekaligus ketua Posdya Ganesha, Murtiantini (47). Meski mengalami pasang surut sebagaimana di tempat lainnya, keberadaan Posdaya, dinilai mampu mempersolid kepengurusan kegiatan dusun yang diisi para kader-kader.

“Lewat forum posdaya, kita rutin menggelar pertemuan. Dalam pertemuan itulah biasanya semua persoalan yang ada di dusun dirembug bersama. Sehingga bisa ada solusi, melalui kegiatan atau program yang ada,” katanya.

Berada di sebelah timur ibukota kecamatan Plered, dusun Tegalrejo sendiri terdiri dari sebanyak 4 wilayah RT dengan jumlah penduduk mencapai 1160 jiwa. Dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani, buruh maupun pedagang, masalah ekonomi dan kemiskinan masih menjadi prioritas utama.

Tak hanya itu saja, lokasinya yang berada di sekitar sungai, juga membuat dusun Tegalrejo memiliki masalah lingkungan dengan ancaman bencana banjir akibat luapan air. Namun dengan adanya posdaya Ganesha, semua permasalahan itu mulai dapat diatasi satu per satu secara perlahan.

“Kita menjadi salah satu dusun tanggap bencana yang ada di Bawuran. Seluruh warga sudah disiapkan agar memiliki kesiapan mengadapi bencana seperti banjir. Kita juga punya tim sendiri di tingkat dusun yang siap melakukan upaya tangap bencana. Baik kesiapan logistik hingga tempat evakuasi. Semua tergabung dengan dusun lain se Bawuran,” katanya.

Memiliki wilayah sungai yang berpotensi banjir, melalui Posdaya Ganesha, warga pun diajak untuk senantiasa menjaga kondisi lingkungan melalui berbagai program kegiatan. Mulai dari gerakan tidak membuang sampah dan limbah kotoran ternak sembarangan, kerja bakti pembersihan sampah rutin hingga pembersihan sarang nyamuk.

“Memang hingga saat ini masih ada warga yang membuang limbah kotoran ternak sembarangan. Namun biasanya jika sudah sampai mengganggu akan kita bahas dan kita carikan solusi lewat forum rutin Posdaya,” katanya.

Selain di bidang lingkungan, Posdaya Ganesha juga aktif melakukan upaya pemberdayaan di bidang kesehatan. Mulai dari kegiatan posdayu lasia, hingga posyandu balita. Dalam kegiatan rutin itu warga biasanya akan mendapatkan makanan tambahan, vitamin, setiap sebulan sekali. Termasuk pengecekan kesehatan memanfaatkan program puskesmas keliling.

“Setiap tiga hari sekali kita juga rutin menggelar kegiatan senam bagi ibu-ibu PKK maupun lasia,” katanya.

Posdaya ganesha
Ketua Posdaya Ganesha, Murtiantini – Foto: Jatmika H Kusmargana

Di bidang pendidikan, upaya pemberdayaan posdaya Ganesha dilakukan dengan mendirikan PAUD yang dikelola para kader. Pembelajaran bagi anak usia dibawah lima tahun ini digelar secara rutin tiap dua hari sekali atau tiga kali dalam seminggu. Melalui kegiatan ini anak-anak juga mendapatkan makanan tambahan.

“Dana makanan tambahan dan uang lelah pengajar berasal dari swadaya masyarakat sendiri,” katanya.

Sementara itu di bidang ekonomi, pemberdayaan di dusun Tegalrejo dilakukan dengan menggelar berbagai pelatihan usaha serta pemberian bantuan modal, memanfaatkan program-program pemerintah. Selain itu juga dibentuk koperasi simpan pinjam yang berfungsi sebagai pendukung usaha warga.

“Ada banyak pelatihan yang digelar, mulai dari pelatihan pembuatan olahan makanan, ketrampilan las, pembuatan gipsum. Tak hanya itu, usaha yang sebelumnya sudah ada juga dikembangkan, apalagi disini banyak potensi usaha seperti pembuatan emping, rempeyak, arem-arem dan aneka makanan ringan, usaha jahit hingga mebel,” katanya.

Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Posdaya Ganesha juga membentuk iuran sosial yang memanfaatkan dana swadaya masyarakat untuk membantu warga yang sedang kesusahan. Seperti misalnya warga yang sedang sakit dan harus dirawat di rumah sakit atau warga yang meniggal dunia.

Lihat juga...