Bekas PG Colomadu akan Menjadi Wisata Heritage Internasional

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

SOLO — Revitalisasi bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, yang saat ini sudah selesai akan dijadikan objek wisata Heritage bertaraf Internasional. Bagunan bersejarah ini dibangun pada masa Mangkunegaran IV sekitar tahun 1861.

Direktur Utama PT PP Persero, Tumiyan saat peluncuran De Tjolomadoe menyebutkan, bangungan bekas PG Colomadu memiliki sejarah besar dalam keberadaan pabrik gula di Indonesia.

Pada tahun 1928 PG Colomadu pernah menjadi pabrik gula terbesar di Asia setelah dilakukan perbaikan di bidang arsitektur. Eks PG Colomadu yang saat ini diubah namanya menjadi De Tjolomadoe akan menjadi destinasi baru di wilayah Jogja, Solo dan Semarang, yang bertaraf Internasional.

“De Tjolomadoe akan melengkapi destinasi bertaraf Internasional Candi Borobudur. Destinasi ini akan menarik wisatawan, khususnya mancanegara,” ulas Tumiyan saat peluncuran De Tjolomadoe, Rabu (28/2/2018).

Bangunan yang berdiri di lahan seluas enam hektare tersebut juga akan menjadi pusat pembelanjaan dan ajang konser musik internasional yang mampu menampung 3.000 penonton. Revitalisasi PG Colomadu ini melibatkan sejumlah pohak baik BUMN maupun Persero yang membentuk senergi.

Suasana jumpa pers launcing PG Colomadu menjadi De Jtolomadoe
Suasana jumpa pers launcing PG Colomadu menjadi De Jtolomadoe-Foto: Harun Alrosid

Gelaran kegiatan bertaraf internasional pun telah disiapkan. Di antaranya dengan menggelar konser musik David Foster and Friends pada 24 Maret 2018 mendatang.

“Konser musik David Foster and Friends ini menandai adanya heritage bertaraf internasional. Tentu kemegahan dan kejayaan pabrik gula ini akan bisa dinikmati generasi sekarang,” tambahnya.

Sejumlah BUMN yang bergabung dalam konsorsium PT Sinergi Colomadu ini meliputi PT PP (Persero), PT PP Properti, PT Taman Wisata Candi Prambananan, Borobudur, dan Ratu Biko (Persero), dan PT Jasa Marga Properti.

“PG Colomadu merupakan heritage budaya warisan bangsa,” tambah Direktur Utama PTPN IX Irianto Hutagaoi sembari menyebutkan jika PG Colomadu awalnya bernama PG Tjolomadoe dan saat ini diubah dengan sebutan De Tjolomadoe.

 

Lihat juga...