Mbak Tutut Rutin Gelar Pengajian di Kediamannya
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Kendati sejak lama putri sulung Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto, menggelar pengajian rutin di kediamannya, namun tak banyak orang mengetahuinya. Pengajian rutin digelar melibatkan warga.
Siti Hardijanti Rukmana, (Mbak Tutut) tampak dekat dan akrab dengan semua orang yang mengunjungi pengajian di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. “Kita memang selalu rutin menggelar pengajian di rumah ini,“ ungkap Mbak Tutut, kepada Cendana News, di sela menyambut tamu-tamu yang datang dari petang hingga larut malam.
Putri sulung Pak Harto yang lahir pada 23 Januari 1949 itu mempersilakan tamu-tamunya dengan penuh keramahan. “Mari masuk, silahkan makan dulu sebelum pengajian,“ ajaknya, ramah.
Beberapa tamu pun tampak penuh suka-cita menyantap hidangan. Mereka terlihat tak sungkan memilih makanan menurut seleranya. Keramahan tuan rumah membuat mereka merasakan kedekatan dan kebersamaan.

Setelah para tamu makan, tak lama kemudian pengajian digelar. Menghadirkan Ustadz Najamudin Shiddiq, membahas tafsir Alquran dan mengkaji isi kandungan kitab suci tersebut. Kegiatan yang digelar terbatas setiap Kamis malam itu untuk memperdalam keimanan dan meningkatkan ketakwaan.
Mbak Tutut membacakan terjemahan Alquran yang kemudian dibahas Ustadz Najamudin dengan tafsiran aktual sesuai keadaan sekarang.
Ustadz Najamudin pun memberikan kiat, agar rumah mendapat berkah, dianjurkan melantunkan doa yang tercantum dalam Alquran Surat Al-Mu’minuun ayat 29.
“Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat”, jelasnya.
Setelah Mbak Tutut membacakan terjemahan Alquran, tamu-tamu yang hadir bergantian membacakan terjemahannya. Lalu, Ustadz Najamudin menelaah lebih dalam, bahwa di dalam Alquran, Allah telah memberikan kiat-kiat yang bisa dilakukan, agar Allah memberkahi kediaman kita.
“Cara mendapatkan berkah itu bisa kita lihat dari doa Nabi Ibrahim yang Beliau panjatkan ketika menempatkan anak keturunannya di lembah Bakka, Tanah Haram yang sekarang menjadi Mekkah”, katanya.
Dalam Surat Ibrahim ayat 37 difirmankan: ”Ya, Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat Rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”
Berdasarkan ayat ini, Ustadz Najamudin menegaskan, ada doa tersirat yang hendak dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim, yaitu doa untuk anaknya yang berada di Mekkah, seperti meminta kepada Allah SWT untuk mendapatkan keturunan anak saleh yang senantiasa beribadah kepada-Nya, mencukupkan rezeki mereka dan selalu bersyukur.
Tamu-tamu bebas bertanya, untuk kemudian dijawab oleh Ustadz Najamudin dengan tetap berpedoman kepada kitab suci Alquran. Ustadz Najamudin tampak begitu hafal ayat-ayat dalam Alquran yang menjadi landasan jawabannya.
Para tamu pun begitu khusyuk mendengar ceramah Ustadz Najamudin, hingga tak terasa sudah larut malam.