Lezatnya Jagung Bose, Makanan Khas Timor
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Provinsi NTT dikenal juga sebagai salah satu provinsi penghasil jagung. Hal tersebut tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat yang menjadikan jagung ssebagai makanan pokok selain nasi.
Inilah yang membuat makanan lokal berbahan asli jagung mudah ditemui di masyarakat, selain beras merah. Bagi masyarakat di pulau Timor, masakan Jagung Bose menjadi salah satu makanan favorit.
“Jagung Bose merupakan makanan khas masyarakat di pulau Timor namun hampir semua masyarakat NTT sudah terbiasa mengkonsumsi masakan ini meski tidak setiap hari seperti dahulu,” ujar Maria Wiliborda, Sabtu (3/2/2018).

Dikatakan Maria, untuk membuat Jagung Bose, jagung yang digunakan harus yang benar-benar sudah kering. Jagung kering direndam dengan air lalu ditumbuk di Lesung lalu dibuang kulit aria atau kulit bagian luarnya.
“Jagung tersebut lalu direbus hingga lembut lalu dimasukan santan. Setelah lembut jagung tersebut diangkat dan dihidangkan dan disantap bersama seluruh anggota keluarga,” ungkapnya.
Terkadang juga untuk lebih lezat tambah Maria, jagung dicampur dengan kacang merah, Prosesnya pun hampir sama namun jagung direbus terlebih dahulu hingga sedikit lembut baru dimasukan kacang merah dan santan.
“Jagung Bose biasanya disantap sebagai pengganti nasi. Bisa juga dimakan tanpa lauk sayur atau ikan namun bisa juga bersamaan. Ada yang memakai sambal dan ada yang dicampur dengan gula sesuai selera masing-masing,” jelasnya.
Veronika Seli warga Maumere lainnya yang ditanyai Cendana News di pasar Alok menyebutkan, saat ini di pasar juga banyak pedagang dari desa yang menjual jagung yang sudah ditumbuk sehingga bisa langsung dimasak saja.
Para pedagang sebut Vero sapaannya, menjual segelas jagung sebagai bahan baku pembuatan makanan Jagung Bose seharga 5 ribu rupiah. Sekali makan untuk sekeluarga dirinya sering membeli seharga 30 ribu rupiah untuk 6 gelas jagung.
“Jagung Bose biasa dikonsumsi saat musim hujan dan akan terasa lezat bila dikonsumsi bersama ikan kering yang digoreng atau dibakar. Saat ini kita tidak repot tumbuk jagung lagi sebab jagung yang dijual sudah ditumbuk dan siap dimasak saja,” pungkasnya.