Jajanan Perjalanan Wisata, Pergedel Jagung Manis Terasa Pedas
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Biasanya jagung itu rasanya manis, tapi di Padang, Sumatera Barat, jagung yang rasa manis itu bisa jadi pedas. Memang hal ini erat kaitannya dengan selera orang Minang dengan rasa pedas.
Untuk mendapatkan rasa manis jagung berubah menjadi rasa pedas, tidak serta merta campur cabe merah saja. Tapi, ada beberapa bumbu lainnya, sehingga mendapatkan rasa pedas yang lezat.
Jagung pedas ini di kenal di Padang yaitu bakwan jagung atau pergedel. Untuk membuat bakwan sendiri tentu sudah cukup banyak yang tau, karena hampir seluruh makanan di Nusantara Indonesia ini, masyarakatnya membuat bakwan.
Sejatinya, untuk membuat bakwan jagung ini, tidaklah terlalu rumit. Bahan yang diperlukan yaitu jagung manis, bawang putih, cabe rawit, tepung terigu yang dicampuri dengan sedikit tepung beras.
Seperti yang dikatakan oleh Aidil, untuk membuat pergedel, khusus untuk bawang putih itu diblender dan dicampurkan dengan cabe rawit. Selebihnya, untuk jagung perlu diiris dan dipisahkan dari tongkolnya.
Apabila itu selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya jagung manis yang diiris dicampur dengan bawang putih dan cabe rawit yang diblender, serta dimasukkan ke dalam satu adonan yang ada tepung terigu tadi.
“Cara mengirisnya harus menggunakan pisau yang tajam, agar jagungnya benar-benar teriris dengan baik,” katanya, Sabtu (24/2/2018).

Berbicara soal rasa pedasnya, bisa disesuaikan dengan selera. Bisa lebih pedas, dan bisa rasa pedas yang sedang saja.
Bakwan jagung ini, saat dicicipi, rasa yang paling dominan ialah jagung. Tapi, mengingat bumbu yang digunakan ialah cabe rawit, maka rasa manis jagung itu perlahan-lahan akan hilang, dan nikmatilah sensai pedasnya bakwan jagung.
Bakwan jagung ini biasanya digunakan paling banyak ditemui di pasar tradisional. Kalau di Sumatera Barat, juga menjadi jajanan di jalan, saat hendak menuju perjalanan dari Padang ke Kota Bukittinggi.
Harganya pun bervariasi dan tergantung ukuran pergedel yang dibuat. Biasanya jika ukuran kecil, dijual lima buah gorengan yang dibungkus, yang harganya Rp2.000 per bungkus. Tapi, kalau dalam ukuran sedang, pergedel ini dijual dengan harga Rp500 untuk satu pergedelnya.