Infrastruktur Memadai Majukan Desa Kerinjing
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Akses memadai dari semula jalan berbatu dan diganti menjadi rabat beton ikut mendukung perkembangan Desa Kerinjing Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.
Menurut Satim, Kepala Desa Kerinjing, prioritas pembangunan akses jalan merupakan salah satu program yang memberi dampak kemajuan. Selama bertahun tahun akses jalan di desa tersebut mengalami kerusakan sehingga pendistribusian hasil pertanian dan perkebunan masyarakat terhambat.
Beruntung menurut Satim Desa Kerinjing merupakan salah satu desa penerima program Gerakan Membangun Desa Sang Bumi Ruwai Jurai (Gerbang Saburai) yang merupakan program Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengentaskan ketertinggalan di banding desa desa lain.
Ia menyebut bantuan yang diberikan dipergunakan untuk memperkecil kesenjangan pembangunan antar wilayah di Lampung dengan pembuatan infrastruktur yang berguna bagi masyarakat.
“Kita aplikasikan bantuan dari pemerintah provinsi seluruhnya untuk pembangunan infrastruktur tembok penahan tanah, jalan rabat beton, sarana air bersih berupa sumur bor serta beberapa pembangunan lain yang mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terang Satim saat ditemui Cendana News, Minggu (4/2/2018)
Proses pembangunan di Desa Kerinjing yang menerima program gerakan membangun sai bumi ruwai jurai pada disebutnya mendapat pendampingan dari fasilitator desa sehingga peruntukan bantuan bisa sesuai prioritas yang dibutuhkan masyarakat.
Sebagai wilayah yang berada di lereng Gunung Rajabasa salah satu kebutuhan akan tembok penahan tanah telah dibangun dari mulai gerbang desa ditambah proses pembuatan jalan rabat beton sepanjang 500 meter.
Desa Kerinjing yang saat ini hanya berjumlah sekitar 244 Kepala Keluarga diakui oleh Satim mulai mendapat kemudahan dalam mengangkut hasil bumi pertanian yang didominasi hasil perkebunan berupa kelapa, kakao, durian serta sebagian berupa padi sawah.
Sebelumnya salah satu kendala yang dihadapi masyarakat diakui oleh Satim dengan buruknya infrastruktur jalan sehingga kendaraan roda empat sulit melintas dengan jalan yang curam dan berbatu.

Prioritas kebutuhan air bersih bagi warga dengan penyediaan bak penampungan air serta pipanisasi diakui Satim sekaligus upaya meningkatkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menuju desa bebas open defecation free (ODF) atau kondisi wilayah yang masyarakatnya sudah tidak membuang air sembarangan.
Pasca infrastruktur jalan memadai , program pembangunan sumber daya manusia juga terus dilakukan. Melalui keberadaan perpustakaan desa bisa menjadi pendukung masyarakat mengembangkan keilmuan khususnya generasi muda.
Desa yang akhirnya memiliki fasilitas kantor desa, puskesmas pembantu dalam satu kompleks termasuk perpustakaan kini mulai melakukan proses pembenahan, di antaranya dalam menyediakan akses jalan ke perkebunan. Akses jalan yang memadai tersebut diakuinya ikut membantu masyarakat memudahkan aktifitas ke kebun dan pendistribusian barang semakin lancar termasuk pembangunan di bidang pendidikan serta sanitasi.