Direktur Rolls Royce: Inovasi Kunci Hadapi Disrupsi Teknologi 

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Direktur Rolls Royce untuk Regional Asia Pasifik dan Korea Selatan, Dr. Bicky Bhangu, mengatakan, inovasi dan kepemimpinan menjadikan faktor kunci dalam mengembangkan bisnis perusahaan dalam menghadapi disrupsi teknologi.

Hal itu diungkapkannya saat menyampaikan kuliah umumnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, bertema Innovation Amid the Era of Disruption.

Bicky menegaskan, Rolls Royce, perusahaan asal Inggris yang dikenal sebagai produsen mobil pesawat dan mesin pesawat, terus melakukan berbagai inovasi di tengah perubahan teknologi yang semakin maju dan pesat.

“Disrupsi teknologi telah membawa perubahan, bahkan masa depan perusahaan mana pun tidak bisa diduga,” katanya.

Untuk melakukan inovasi tersebut, kata Bicky, Rolls Royce pada 2016 telah menginvetasikan uang sebanyak Rp1,3 miliar Dollar Amerika dan  menghasilkan 672 paten dalam produk teknologi dan mesin pabrikasi.

“Kami bekerja sama dengan 31 kampus dan pusat riset di beberapa negara untuk bidang teknologi dan manufaktur,” katanya.

Salah satu pusat riset yang digandeng tersebut, 19 di antaranya berada di Inggris, 4 lembaga riset di Jerman, 3 lembaga riset di Amerika Serikat, 2 di Asia, 2 di Nordik dan 1 di Italia.

“Di Asia kita kerja sama dengan Advanced Remanufacturing andTechnology Centre (ARTC) yang bermarkas di Singapura”, katanya.

Beberapa inovasi yang dilakukan di pusat riset di Jerman, kata Bicky, Rolls Royce tengah mengembangkan kereta api tenaga hibrid, yang mengkombinasikan tenaga listrik dan diesel.

Perusahaan asal inggris yang beridri sejak 1904 ini juga akan mengembangkan kapal laut tenaga hibrid, jenis pesawat baru, microgrids, dan pesawat dengan tenaga hibrid. Apa yang dilakukan oleh perusahaan sekarang ini, katanya, merupakan hasil capaian yang dilakukan oleh inovator mereka sebelumnya. Ia menyebutkan sekarang ini setiap 28 detik setiap pesawat menggunakan mesin pesawat dari Roll Royce.

Di hadapan mahasiswa, Bicky memaparkan, bahwa tantangan sebuah perusahaan teknologi untuk memenangkan kompetisi di era disrupsi sekarang setidaknya tetap mempertahankan kemampuan dalam menghasilkan ide kreatif yang terus mengalir, melihat setiap ide dan gagasan dalam konteks bisnis, selalu melakukan evolusi teknologi dan menciptakan teknologi, di mana terdapat pemikiran dan temuan yang besar di dalamnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,  Drg. Ika Dewi Ana, M.kes.,  Ph.D.,  mengatakan, UGM terus mendorong hilirisai riset yang telah dikembangkan oleh para dosen dan peneliti. Hal itu dilakukan, agar riset yang dilakukan peneliti memberikan manfaat besar bagi perkembangan teknologi di Tanah Air.

“Sejak 2014, UGM telah melakukan sektor hiliriasai riset dari bidang farmasi hingga kesehatan,” katanya.

Lihat juga...