Baca Buku Sebelum Pelajaran, Beri Dampak Positif Siswa

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Kewajiban membaca buku minimal 15 menit sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah secara rutin dilakukan SDN 1 Kuripan.

Kepala Sekolah SDN 1 Kuripan Kecamatan Penengahan, Muslimah, menyebut program wajib baca buku 15 menit merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah dijalankan sejak tahun 2015.

Muslimah menyebut, para siswa telah difasilitasi oleh sekolah dengan ribuan buku yang disediakan oleh perpustakaan sekolah. Buku bacaan yang disediakan disebutnya selain buku pelajaran sekolah sekaligus buku penunjang di antaranya sastra ,fiksi, majalah serta buku lain yang ada di perpustakaan.

“Program ini sudah kami jalankan hampir selama dua tahun lebih dan dampaknya sangat positif karena melatih kedisiplinan siswa sebelum belajar membaca buku dari perpustakaan,” terang Muslimah, Kepala Sekolah SDN 1 Kuripan Kecamatan Penengahan, saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (8/2/2018).

Muslimah yang juga mengajar mata pelajaran Matematika di kelas 6 tersebut mengaku, kegiatan membaca buku 15 menit sebelum pelajaran ikut mengubah perilaku siswa yang sebelumnya tidak memiliki aktivitas sebelum pelajaran. Kewajiban yang didukung oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti salah satunya mendorong minat baca.

Muslimah, Kepala Sekolah SDN 1 Kuripan ikut membaca buku sebelum pelajaran dimulai [Foto: Henk Widi]
Semenjak kewajiban membaca buku sebelum pelajaran, para siswa yang memanfaatkan waktu hanya bermain bahkan kini rutin menyiapkan buku untuk dibaca 15 menit sebelum pelajaran. Sesuai jadwal, siswa  masuk kelas dan memulai kegiatan belajar mengajar pada pukul 07:30.

“Selama lima belas menit membaca buku, selanjutnya pelajaran dimulai dan buku bacaan disimpan untuk bisa dibaca selanjutnya pada jam istirahat. Sekaligus mengembalikan ke perpustakaan,” beber Muslimah.

Program tersebut diakuinya dilakukan secara estafet bagi seluruh kelas dengan total 6 rombongan belajar dan siswa berjumlah 118 orang tersebut. Setiap hari menyesuaikan jadwal program membaca 15 menit dilakukan bergilir dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan tujuan mengurangi tingkat kebosanan para siswa dalam membaca buku. Setiap akhir bulan, para siswa diberi kuis untuk menceritakan kembali buku yang dibaca seusai kegiatan senam bersama.

“Seusai senam ada waktu istirahat dan bagi setiap guru kelas bisa melakukan kuis pertanyaan seputar buku yang dibaca agar memotivasi anak untuk rajin membaca,” beber Muslimah.

SDN 1 Kuripan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Upaya menumbuhkan budi pekerti bagi siswa yang belajar di sekolah tersebut, diakui Muslimah, terus dilakukan dengan membaca buku perpustakaan. Namun pada hari tertentu ia juga menyebut sekolah mendapat kunjungan dari relawan pustaka bergerak Sugeng Hariyono yang membawa buku bacaan dengan motor perpustakaan keliling dari Perpustakaan Nasional.

Muslimah juga mengimbau siswa rajin membaca buku di perpustakaan sekolah serta dipersilakan meminjam untuk dibaca di rumah. Upaya tersebut diakuinya dilakukan untuk menekan kegiatan negatif bagi anak yang lebih banyak menonton acara televisi atau asyik bermain gawai serta meninggalkan kebiasaan baik membaca buku.

Adit ,salah satu siswa kelas 6 mengaku senang dengan kegiatan membaca buku 15 menit sebelum pelajaran karena bisa melatih kedisiplinan. Ia bahkan kerap memanfaatkan waktu sebelum pelajaran memilih buku bacaan yang disukainya untuk selanjutnya bisa dipinjam serta dibaca di rumah. Menjelang ujian ia bahkan kerap meminjam buku penunjang untuk pelajaran dari perpustakaan sekolah sehingga menambah pengetahuan disamping pelajaran yang diberikan oleh guru.

Lihat juga...