Arus Balik Libur Imlek ASDP Bakauheni Tambah Loket Tiket

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Arus balik liburan tahun baru Imlek dan akhir pekan, penumpang pejalan kaki dan kendaraan berbagai jenis mulai terlihat meningkat di pelabuhan penyeberangan PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung. Antisipasi terjadinya antrian panjang, penambahan tempat pembelian tiket dilakukan dari semula lima menjadi sepuluh loket.

“Pada hari normal hanya lima loket dioperasikan,” sebut Sinta, salah satu petugas penjualan tiket elektronik dari PT. Mata Pencil Globalindo saat ditemui Cendana News, Minggu (18/2/2018).

Disebutkan, sejak Sabtu malam (17/2) arus penumpang terlihat meningkat. Kondisi serupa juga terjadi Minggu (18/2) meski tidak terjadi antrian di ruang pembelian tiket.

“Para wisatawan yang berlibur dari sejumlah tempat wisata bahari di Lampung biasanya tiba secara rombongan dengan jumlah sekitar tiga puluh orang dan tiket dibeli oleh agen perjalanan,” terang Sinta.

Sinta menyebut adanya aturan penggunaan identitas berupa KTP untuk mencatat manifes penumpang kerap menimbulkan antrian pembeli tiket. Meski demikian untuk mengantisipasi antrian proses scan KTP untuk pembelian tiket elektronik pejalan kaki bisa dilakukan oleh salah satu penanggungjawab rombongan.

Selain loket penjualan tiket pejalan kaki yang ditambah dua kali lipat dibandingkan hari biasa, loket penjualan tiket kendaraan roda dua dan roda empat juga ditambah.

Anton Murdianto, General Manager PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebutkan, loket khusus kendaraan pada hari normal disediakan sebanyak 9 loket. Namun saat arus balik liburan Imlek dan akhir pekan jumlah ditambah sebanyak empat loket sehingga total menjadi 13 loket.

“Penambahan dilakukan dengan dua unit loket penjualan tiket kendaraan roda dua dan sebanyak dua loket untuk penjualan tiket kendaraan roda empat,” bebernya.

Selain mengerahkan petugas ASDP, petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni juga disiagakan memperlancar arus kendaraan di pintu masuk pelabuhan.

Prediksi peningkatan arus balik libur Imlek sebanyak 30 persen masih bisa diantisipasi dengan jumlah 30 armada kapal roll on roll off (Roro). Pada hari normal jumlah kapal yang dioperasikan hanya berjumlah 28 kapal dengan sebanyak enam dermaga.

Arus liburan yang meningkat tersebut menurut Anton Murdianto didukung dengan kondisi cuaca perairan Selat Sunda yang bersahabat berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG. Tampilan kondisi cuaca di perairan Selat Sunda bahkan bisa dilihat oleh calon penumpang pada sebuah layar monitor di lokasi penyerahan tiket sebelum naik ke kapal.

ASDP Bakauheni
Anton Murdianto, General Manager PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung [Foto: Henk Widi]
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Maritim Lampung kondisi cuaca di Selat Sunda bagian utara kondisi cuaca hujan ringan, kecepatan angin 3-12 knots, gelombang 0,3 meter hingga 1,3 meter. Sementara di Selat Sunda bagian Selatan kondisi cuaca hujan ringan, kecepatan angin 3-15 knots dan gelombang 0,3 meter hingga 0,8 meter.

Pantauan Cendana News, penumpang pejalan kaki yang akan naik ke kapal dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak di dermaga 1,2,3 rata rata meningkat dibanding hari biasa. Kondisi yang sama juga terjadi dengan peningkatan penumpang pejalan kaki yang turun dari pelabuhan Merak menuju ke Pelabuhan Bakauheni.

Lihat juga...