Antisipasi Kelangkaan Beras, Bulog Maumere Terus Lakukan Operasi Pasar

Editor: Irvan Syafari

kepala Bulog Divisi Regional Maumere, I Putu Suantara-Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE —- Untuk mengantisipasi adanya kejadian kelangkaan beras akibat adanya gelombang tinggi yang menyebabkan kapal kayu pengangkut beras dari Sulawesi tidak beroperasi, Bulog Divisi Regional Maumere terus melakukan operasi pasar pada tiga pasar besar di Kota Maumere.

“Untuk sementara berdasarkan pengecekan kami langsung ke tiga pasar besar di Kota Maumere, yakni Pasar Alok, Nita dan Wairkoja, stok beras masih cukup. Kami juga terus melakukan operasi pasar di tiga pasar ini,” sebut Kepala Bulog Divisi Regional Maumere, I Putu Suantara Selasa (6/2/2018).

Putu kepada Cendana News mengatakan, Bulog Maumere mempunyai 10 mitra yang menjual beras Bulog di ketiga pasar ini dengan harga Rp.9.000 sampai Rp.9.500 per kilogramnya agar stok beras di pasaran tetap aman.

“Tadi juga kami baru turun ke pasar-pasar guna mengecek stok beras dan persedian masih cukup. Harga beras di pasaran juga bervariasi antara 10 ribu rupiah sampai 12 ribu rupiah,” tuturnya.

Putu menghimbau agar masyarakat tidak perlu kuatir sebab stok beras di Bulog Maumere cukup apabila stok di pedagang tidak mencukupi akibat kelangkaan suplai akibat adanya gelombang tinggi.

“Berapapun permintaan dari pedagang kami akan layani. Selain itu beras bantuan sosial juga telah disalurkan kepada desa-desa penerima bantuan agar masyarakat juga bisa terbantu. Bila diminta operasi pasar besar-besaran kami siap,” tegasnya.

Total stok yang sudah disalurkan kepada 10 mitra Bulog untuk operasi pasar dari Januari 2018 hingga Senin (5/2/2018) terang Putu sebanyak 426,5 ton.Bahkan hari ini Selasa (6/2/2018) Bulog Maumere kembali menyalurkan 15 ton lagi sehingga sudah 441,5 ton yang disalurkan.

Suwandi salah seorang pedagang beras di Pasar Alok Maumere kepada Cendana News mengakui, memang stok beras di gudangnya mulai menipis akibat gelombang tinggi. Namun untuk beras dengan harga 12 ribu rupiah seperti merek Empat Mata stoknya cukup.

“Beras dengan harga 10 ribu rupiah yang berasal dari Sulawesi saja yang stoknya memang mulai menipis. Tapi untuk beras dari Surabaya, stoknya selalu ada di distributor,” sebutnya.

Suwandi juga mengakui, penjualan beras pun belum mengalami kenaikan dan masih tetap seperti biasa bahkan bisa dikatakan masih wajar. Namun memang beras yang banyak dibeli biasanya harganya paling tinggi 10 ribu rupiah per kilogramnya.

“Pembeli juga masih banyak yang membeli eceran saja dan paling banyak belinya 5 atau 10 kilogram saja untuk yang harganya 10 ribu rupiah. Hanya satu dua pembeli saja yang membeli satu karung baik ukuran 25 kilogram maupun 50 kilogram,” terangnya.

Para pekerja sedang menurunkan beras Bulog untuk disalurkan kepada masyarakat penerima bantuan beras Bansos-Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...