Afghanistan Desak Pakistan Menindak Taliban

Ilustrasi Bendera Afghanistan - Foto : Istimewa/Dokumentasi CDN

KABUL – Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menuduh Pakistan gagal melawan Taliban dan mendesak negara tersebut untuk menindak para pemberontak Taliban. Tuduhan tersebut disampaikan setelah ratusan orang tewas dan dua orang terluka pada serangan mematikan di ibu kota tersebut bulan lalu.

Afghanistan telah lama menuduh Pakistan membantu teroris dengan memberi perlindungan dan bantuan kepada para pemimpin pemberontak Taliban. Namun tuduhan tersebut telah ditolak oleh Pakistan, yang menunjuk pada ribuan warganya juga terbunuh oleh kekerasan militan selama bertahun-tahun. “Kami menunggu Pakistan bertindak,” ujar Ghani, Jumat (2/2/2018).

Serangan terbaru adalah yang terjadi di Hotel Intercontinental Kabul dan sebuah bom bunuh diri yang terjadi di jalan kota yang ramai seminggu kemudian. Kedua serangan tersebut telah memicu kemarahan publik Afghanistan. Keduanya menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan kepada pemerintah yang mendukung Ghani untuk meningkatkan keamanan di negaranya.

Serangan di Intercontinental yang menewaskan lebih dari 130 orang dan melukai ratusan lainnya tersebut diklaim oleh Taliban. Kelompok tersebut terus berjuangdan bertempur untuk mengusir pasukan internasional di pimpin Amerika Serikat untuk membangun kembali bentuk hukum Islam yang ketat di Afghanistan.

Pejabat Afghanistan dan Amerika Serikat mengatakan, jaringan Haqqani, sebuah kelompok militan yang berafiliasi dengan Taliban dan diyakini berbasis di Pakistan, bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Pakistan mengatakan, Pakistan dan Afghanistan merupakan korban terorisme dan perlu bekerja sama untuk melawan ancaman bersama tersebut. “Pakistan memperkukuh solidaritas dengan rakyat dan pemerintah Afghanistan dalam memerangi ancaman terorisme. Kami merasakan rasa sakitnya saudara dan saudari Afghanistan kami,” tandas juru bicara kementerian tersebut.

Pakistan telah mengambil tindakan tegas untuk melawan terorisme. Tindakan dilakukan dalam bentuk operasi militer terhadap kamp-kamp jaringan Haqqani di Waziristan yang merupakan wilayah pegunungan. Ghani mengatakan, 11 penangkapan telah dilakukan oleh otoritas negaranya. Daftar individu yang diyakini Kabul berada di balik serangan serta jaringan yang mendukung mereka sudah diberikan kepada pihak berwenang Pakistan.

“Serangan tersebut tidak melawan orang-orang kita, wanita atau anak-anak tapi melawan bangsa Afghanistan dan memerlukan sebuah respon nasional yang komprehensif,” ujar Ghani.

Direncanakan dalam waktu dekat, pejabat keamanan negara tersebut akan mempresentasikan sebuah rencana baru. Namun tidak jelas langkah apa yang akan diambil untuk memperbaiki rencana keamanan besar terakhir di Kabul.

Saat ini yang sudah dilakukan adalah pendirian serangkaian pos pemeriksaan tambahan dan kontrol kendaraan berat. Hal tersebut dilakukan setelah sebuah bom truk meleddak dan membunuh sekira 150 orang di kota tersebut pada Mei lalu.

Kedutaan besar Pakistan di Kabul mengatakan, pejabat di Islamabad sedang menilai bukti yang diajukan saat kunjungan Menteri Dalam Negeri Afghanistan Wais Barmak dan kepala dinas intelijen NDS, Masoom Stanekzai. Kedutaan besar Pakistan tidak memberikan komitmennya untuk melakukan tindakan apapun.

Serangan tersebut terjadi pada saat ketegangan semakin meningkat di wilayah tersebut. Peningkatan terjadi setelah Amerika Serikat mengatakan akan mengurangi bantuan keamanan ke Pakistan dan mengeluh bahwa negara Asia Selatan tidak dapat berbuat banyak untuk memerangi kelompok teroris yang berlindung di wilayahnya. (Ant)

Lihat juga...