26 Tim Mahasiswa Indonesia Berkompetisi di Sema 2018

YOGYAKARTA – Sebanyak 26 tim mahasiswa dari 20 perguruan tinggi di Indonesia akan berkompetisi pada ajang Shell Eco-Marathon Asia (SEMA) 2018. Kompetisi akan digelar di Changi Exhibition Center, Singapura, pada 8 hingga 11 Maret mendatang.

“Mereka akan berkompetisi dalam mengembangkan solusi mobilitas yang inovatif baik dalam mendesain, membangun, menguji maupun mengendarai mobil hemat energi di dunia,” kata Human Resources Director PT Shell Indonesia Rozainbahri Noor di Yogyakarta, Selasa (27/2/2018).

Peserta SEMA 2018 terdiri dari 100 tim pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah. Mereka akan berkompetisi untuk menciptakan mobil masa depan yang dapat menempuh perjalanan terjauh dengan menggunakan sumber energi paling hemat serta memenuhi standar keamanan.

Singapura untuk kedua kalinya menjadi tempat penyelenggaraan SEMA. Sebelumnya, ajang kompetisi mobil hemat energi itu diselenggarakan di Malaysia pada 2010 hingga 2013 dan di Filipina pada 2014 hingga 2016.

“Sejak pertama kali ajang SEMA diadakan di Malaysia pada 2010, tim mahasiswa Indonesia selalu berpartisipasi dan menunjukkan prestasi di ajang tersebut. Pada SEMA 2018 Indonesia diwakili 26 tim mahasiswa Indonesia yang siap berpartisipasi untuk tampil menjadi yang terbaik,” katanya.

Rozainbahri berharap, tim mahasiswa Indonesia kembali dapat mencetak prestasi yang membanggakan. Bahkan diharapkan akan ada perwakilan yang mampu masuk ke Drivers World Championship – Regional Asia 2018. “Semoga antusiasme dan pencapaian tim mahasiswa Indonesia bisa memberikan inspirasi bagi anak muda lainnya untuk berkontribusi dalam menciptakan teknologi di bidang mobilitas dan energi,” katanya.

Dalam acara pelepasan tim, Shell Indonesia memperkenalkan sembilan dari 26 tim mahasiswa Indonesia yang akan berpartisipasi di SEMA 2018. Sembilan tim itu adalah Tim Garuda UNY Eco Team dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Tim Semar Urban UGM Indonesia dan Tim Semar Proto UGM Indonesia dari UGM Yogyakarta.

Selanjutnya, Tim Bengawan 1 dan Tim Bengawan 2 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Tim Pandawa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Tim Mesin Polnep Diesel dari Politeknik Negeri Pontianak, Tim Wasaka dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, dan Tim Mesin UM Pontianak dari Universitas Muhammadiyah Pontianak. (Ant)

Lihat juga...