MANADO — Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi bulan November 2017 sebanyak 6.433 orang.
“Wisman yang datang ke Sulut tersebut mengalami penurunan sebesar 16,31 persen dibanding bulan Oktober 2017 yang berjumlah 7.687 Orang,” kata Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Marthedy Tenggehi, di Manado, Rabu (3/1).
Dia menyebutkan jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya (November 2016 sebanyak 4.270 orang terhadap bulan November 2017) meningkat sebesar 50,66 persen.
Wisman yang datang ke Sulut masih didominasi oleh warga Tiongkok sebanyak 5.031 orang (78,21 persen), diikuti oleh Singapura 287 orang (4,46 persen), Jerman 207 orang (3,22 persen), Amerika Serikat 112 orang (1,74 persen).
Kemudian dari Australia 73 orang (1,13 persen), Inggris 61 orang (0,95 persen), Malaysia 59 orang (0,92 persen), Jepang 56 orang (0,87 persen), Belanda 55 orang (0,85 persen), dan Prancis 53 orang (0,82 persen).
Jumlah wisman yang datang ke Sulut akan lebih tinggi lagi, jika objek wisata diperbaiki dan semakin banyak.
Pihaknya berharap pemerintah akan memberikan perhatian lebih akan tempat-tempat wisata di Sulut yang masih sangat banyak belum digarap.
Sekalipun jumlah kunjungan meningkat, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada November 2017 mengalami penurunan.
“TPK hotel berbintang Sulut November 2017 sebesar 62,52 persen atau menurun 6,31 poin jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2017 yaitu 68,83 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Moh Edy Mahmud, di Manado, Rabu (3/1).
Jika dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu atau YoY, menurun sebesar 10,17 poin dibandingkan dengan TPK November 2016 sebesar 72,69 persen (YoY).
Menurut klasifikasi bintang, katanya lagi, TPK hotel bintang 4 pada November 2017 mencapai 72,58 persen dan merupakan TPK tertinggi.
Sedangkan TPK hotel bintang lima sebesar 69,88 persen, diikuti hotel bintang tiga sebesar 57,99 persen, hotel bintang dua sebesar 48,93 persen, dan hotel bintang satu sebesar 14,00 persen.
Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing pada hotel berbintang bulan November 2017 mencapai 4,15 hari atau menurun 0,34 poin dibanding Oktober 2017 sebesar 4,49 hari.
RLMT Indonesia pada November 2017 mencapai 1,74 hari atau menurun 0,09 poin dibanding Oktober 2017 sebesar 1,83 hari.
Secara keseluruhan RLMT pada November 2017 sebesar 2,02 hari atau menurun 0,27 poin jika dibandingkan dengan Oktober 2017 mencapai 2,29 hari (Ant).