Tol Trans Sumatera Mulai Dilalui Kendaraan
LAMPUNG – Setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu (21/1), ruas Bakauheni-Terbanggibesar bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) paket 1 segmen Pelabuhan Bakauheni-Simpang Susun Bakauheni sepanjang 8,9 kilometer, dan paket 2 Sidomulyo-Kotabaru, yakni segmen Simpang Susun Lematang-Simpang Susun Kotabaru sepanjang 5,64 kilometer, mulai dilalui berbagai jenis kendaraan.
Hanung Hanindito, Kepala cabang PT. Hutama Karya selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni Terbanggibesar segmen Bakauheni, mengungkapkan, setelah diresmikan semua kendaraan yang melintas masih dibebaskan dari biaya tol. Menurutnya, segmen Pelabuhan Bakauheni-Simpang Susun Bakauheni sepanjang 8,9 kilometer terdapat dua gerbang, yakni gerbang tol Bakauheni Selatan dan Bakauheni Utara.

Saat ini, ia mengaku belum bisa memberikan keputusan kapan pemberlakuan tarif bagi kendaraan yang melintas di JTTS segmen Bakauheni dan Kotabaru, karena akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Ia menyebut, meski telah beredar di sejumlah media sosial tarif untuk kendaraan golongan I dari Pelabuhan Bakauheni menuju Simpang Susun Bakauheni sebesar Rp7.000 dan Simpang Susun Lematang – Simpang Susun Kotabaru sebesar Rp4.000, tarif tersebut belum resmi ditetapkan.
Hanung mengatakan, tarif berbayar resmi akan diinformasikan dua hingga empat hari sebelum pemberlakuan tarif resmi. Sementara selama digratiskan, pengendara tetap harus membawa tiket tol elektronik yang akan terdata di alat pemindai. Setelah dipindai di alat khusus, pengemudi tetap akan mendapatkan struk pembayaran meski tidak akan ada pengurangan saldo di tiket tol elektronik.
Meski masih digratiskan, Hanung menyebut gerbang tol Bakauheni Selatan saat ini disediakan 5 gardu dan gerbang tol Bakauheni Utara disiapkan 4 gardu, sehingga segmen Pelabuhan Bakauheni-Simpang Susun Bakauheni disediakan sebanyak 9 gardu dengan sistem pembayaran nontunai nantinya.
Tol yang diresmikan sepanjang 14,5 kilometer dari total rancangan 140,9 kilometer, kata Hanung, masih belum banyak dimanfaatkan pengendara.
Kepala Bagian Operasi PT. Hutama Karya JTTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar segmen Pelabuhan Bakauheni – Simpang Susun Bakauheni, Prastowo Sidi, menyebut selama masa gratis tersebut, setiap pekan Hutama Karya berkoordinasi dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) dan bank swasta dalam penjualan tiket tol elektronik. Bank yang telah bekerja sama di antaranya Bank BTN, BNI, BRI, Mandiri dan BCA.
“Selama digratiskan ini sebagian kendaraan banyak yang belum memiliki tiket nontunai, sehingga petugas bank secara bergantian bisa menjual tiket tol elektronik selama digratiskan,” ungkap Prastowo.
Kerja sama dengan bank dalam penjualan tiket tol elektronik isi ulang, disebutnya hanya akan dilakukan selama proses penggratisan melalui jalan tol segmen Pelabuhan Bakauheni – Simpang Susun Bakauheni. Setelah itu, pengendara bisa melakukan pembelian tiket tol elektronik di sejumlah gerai atau toko waralaba penyedia tiket tol elektronik termasuk isi ulangnya.
Prastowo menyebut, selama empat hari dioperasikan PT. Hutama Karya mencatat 2.800 kendaraan melintas per hari melalui JTTS segmen Pelabuhan Bakauheni – Simpang Susun Bakauheni dari berbagai jenis golongan kendaraan.
Ia juga menyebut, sebagian besar kendaraan yang melintas 60 persen didominasi kendaraan golongan I, berupa kendaraan pribadi roda empat dan 40 persen sisanya merupakan kendaraan golongan II hingga V.
ISelain pembenahan beberapa fasilitas untuk pengoperasian JTTS segmen Pelabuhan Bakauheni – Simpang Susun Bakauheni, PT. Hutama Karya juga menyediakan fasilitas kendaraan derek sebanyak 2 unit, ambulan 1 unit, mobil patroli 3 unit dan mobil rescue 1 unit.