Tabur Puja Solok Kembangkan Sayap ke Daerah Pertanian

SOLOK — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Tabur Puja di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memiliki sebuah rencana strategis pada tahun 2018 ini untuk memperluas jangkauan penikmat Skim Tabur Puja.

Kawasan-kawasan yang menjadi target Tabur Puja Solok ialah kawasan pertanian, mengingat daerah tersebut banyak memproduksi hasil pertanian seperti yang sangat terkenal Bareh Solok yang merupakan beras kelas premium, lalu juga merupakan daerah sentra Bawang Merah di Sumatera Barat.

Manajer Tabur Puja KPRI Kencana BKKBN Kabupaten Solok, Fhajri Arye Gemilang menjelaskan, selama ini penikmat Tabur Puja kebanyakan terpusat di kawasan perkotaan, yang banyak bergerak pada usaha rumahan, kerajinan, dan pedagang kaki lima.

Selama ini semenjak Tabur Puja hadir di kawasan perkotaan, sudah ada sekira ribuan usaha baru yang bermunculan. Hal demikian telah membuat perekonomian masyarakat menjadi lebih baik.

“Di kawasan sekitar kantor kita dan hingga ke beberapa nagari telah banyak masyarakat yang menikmati pinjaman lunak Skim Tabur Puja. Namun dengan memasuki tahun 2018 ini, kita memiliki rencana untuk masuk ke kawasan pertanian,” katanya, Kamis (11/1/2018).

Ia menilai, kawasan pertanian merupakan sebuah kawasan yang petaninya sangat membutuhkan pinjaman modal usaha. Hal ini mengingat dalam menjalankan roda sebagai petani, tak terlepas perlu adanya pinjaman modal usaha.

Apalagi daerah-daerah pertanian yang ada di Kabupaten Solok berada di daerah yang terbilang cukup jauh dari pusat perkotaan. Sehingga akan sulit dijangkau oleh pihak perbankan untuk memberikan pinjaman modal usaha.

“Jadi momen ini akan kita upayakan untuk memanfaatkan, setidaknya kita hadir  mempermudah petani untuk mendapatkan pinjaman modal usaha,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Gilang ini menyebutkan, sebelumnya telah ada permintaan dari tokoh masyarakat di Jorong Air Tawar Utara, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, Solok, yang menginginkan adanya Tabur Puja.

Hal ini didasari dari cukup banyaknya petani yang tergolong memiliki modal bertani yang minim. Padahal kawasan tersebut merupakan kawasan Sentral Bawang Merah di Sumatera Barat. Untuk permintaan itu, sebut Gilang, saat ini tengah dibahas bersama karyawan Tabur Puja.

Melihat adanya keinginan dari petani untuk mendapatkan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja, membuat Gilang berpikir bahwa perlu Tabur Puja untuk hadir lebih luas lagi, ke daerah-daerah pertanian, selain dari kawasan sentra bawang merah itu.

“Bisa juga kita melakukan perpindahan kantor Tabur Puja ke arah pertanian itu supaya akses lebih dekat. Tapi persoalan rencana besar ini, perlu kita matangkan dulu, biar nanti tidak ada persoalan di kemudian hari,” tegasnya.

Lihat juga...