Sumbar Gunakan Aplikasi ‘I Ternak’ Mudahkan Investor
PADANG — Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Erinaldi, mengatakan pada 2018 ini pihaknya menggunakan aplikasi sebagai sarana mengumpulkan para peternak. Apilikasi itu disebut dengan ‘I Ternak’.
Ia menjelaskan, melalui aplikasi itu seluruh peternak yang ada di Sumbar akan saling terhubung dengan masyarakat yang ingin melakukan investasi di bidang peternakan. Cara menggunakannya nyaris sama dengan aplikasi yang digunakan dalam angkutan daring.

“Jadi, tujuan diadakannya aplikasi I Ternak itu untuk mempermudah akses masyarakat yang ingin menginvestasikan uangnya untuk berternak sapi. Selama ini, cukup besar minat masyarakat berinvestasi beternak sapi. Persoalannya masih ragu untuk mencari alamat kandang dan jenis sapinya. Nah, melalui aplikasi I Ternak itu akan dijelaskan serinci-rincinya tentang kandang sapi,” katanya, ketika dihubungi, Kamis (4/1/2017) sore.
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi ternak, di dalam aplikasi I Ternak itu akan menampilkan pilihan kandang berserta ternaknya, serta lokasi yang tersebar di seluruh daerah di Sumbar. Selain model kandang, penampakan sapi yang dijelaskan dengan jenis sapi, bobot sapi, usia sapi, dan jenis kelamin sapinya, lalu juga dituliskan harga dari sapi tersebut.
Menurutnya, cara itu akan memudahkan masyarakat yang selama ini mencari tempat untuk berinvestasi ternak. Karena dalam penggunaan aplikasi itu tidak terlalu rumit, selayaknya menggunakan aplikasi angkutan daring. Terkait syarat-syarat untuk menggunakan aplikasi itu, seperti indentitas pribadi dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
Erinaldi menyatakan, ide pengembangan peternakan menggunakan aplikasi internet tersebut murni berasal dari Sumbar, yang diawali dengan adanya program Triarga Model. Program yang menggabungkan peternak-asuransi-pengusaha.
Terkait membuat program tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehanta Hewan Sumbar membentuk peternak yang profesional. Kemudian mensertifikasi kandang-kandang yang akan dikerjasamakan dengan investor.
“Ketika investor ingin bergabung, dengan memilih kandang dan sapi yang disediakan di aplikasi, kemudian ditansfer ke fintek. Fintek yang akan mengelola keuangan, formatnya tetap sama menggunakan asuransi Jasindo,”ujarnya.
Dikatannya, meski diinisiasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Sumbar, namun pemanfaatan I Ternak tidak hanya sebatas di Sumbar. Ke depan, kandang-kandang yang sudah sertifikasi juga ada di daerah lain, seperti di Kalimantan, Palembang dan Jawa.
“Karena berbasis daring, maka kandang tidak hanya ada di Sumbar. Investor bisa memilih kandang di mana saja, dengan konsekuensi hasil yang sama. Untuk itu kita berupaya menguatkan peternak kita di Sumbar,” ujarnya.
Menurutnya, ada dua keuntungan yang dapat diperoleh dari program tersebut. Pertama, aplikasi dapat membantu petani meningkatkan pendapatan, karena memperoleh modal usaha tidak perlu lagi berumit-rumit dengan bank. Setiap saat investor datang, tinggal meningkatkan profesionalitas. Kemudian, usaha peternakan menjadi lebih bergairah. Beternak bukan lagi usaha yang kotor, tapi menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.
Dengan adanya sebuah program yang menggunakan teknologi itu, turut disambut baik oleh salah seorang pengusaha ternak yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sawir, yang mengatakan, selama ini investasi-investasi yang masuk hanya merupakan masyarakat sekitar kandang, itu pun dilakukan secara berkelompok.
“Di peternakan saya ini investasinya dilakukan secara berkelompok, seperti satu keluarga ini punya ternak tapi tidak punya waktu untuk mengurus ternak. Solusinya, sapi yang dibeli ke saya itu, kembali saya yang merawatnya, dan tentunya ada hitung-hitungan hasil,” tegasnya.
Untuk itu, Sawir berharap dengan adanya aplikasi I Ternak itu turut membantu dirinya dan peternak lainnya untuk mendapatkan pembeli atau pun investor. Hal tersebut dinilai turut membantu kondisi nasib peternak yang selama ini kerap kali terbatas dana dalam melakukan pengembangan ternak.