IAP Berharap Jakarta jadi Kota Sustainable
JAKARTA – Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) sebagai asosiasi profesi yang ahli dalam perencanaan tata kota, memang sudah sewajarnya memberikan pandangan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengenai isu-isu perkotaan terkini.
Hal itu tentu dilakukan untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota dunia yang kompetitif. Sebuah kota yang berkelanjutan, kota yang layak huni, kota yang nyaman bagi warganya, tapi juga kota sustainable yang sesuai dengan daya dukungnya.
“Kami Pengurus Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia datang berdialog dengan Pak Gubenur,“ kata Ir. Bernardus Djonoputro, Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) periode 2016-2019, seusai bertemu Gubernur Anies Baswedan dalam rangka mendiskusikan isu perkotaan terkini yang berkembang di wilayah Provinsi DKI Jakarta di Ruang Rapat TPUT, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/1/2018).
Lebih lanjut, Bernardus menerangkan, pihaknya hadir untuk bersilaturahmi karena pertama kali bertemu dengan Pak Gubernur sejak dilantik, ingin memberikan pandangan-pandangan mengenai isu perkotaan terkini.
Menurut Bernardus, kota Jakarta sedang mengalami kemajuan yang sangat pesat. “Pandangan kami adalah dibutuhkan pendekatan teknokratif yang baik untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota dunia,“ ungkapnya.
Kota dunia itu adalah kota yang berkelanjutan, kota yang layak huni, kota yang nyaman bagi warganya, tapi juga kota sustainable yang sesuai dengan daya dukungnya.
“Tadi kami sharing dengan Pak Gubernur mengenai bagaimana kaidah-kaidah kota dunia dan kita mengharapkan Jakarta akan tumbuh menjadi kota dunia yang kompetitif,“ paparnya.
Terkait kondisi tata ruang Jakarta saat ini, Bernardus menyebutkan beberapa langkah, pertama, perlu dikaji dalam rencana tata ruang wilayah kota DKI jakarta.
“Kita melihat daya dukung kota. Bagaimana rencana tata kota itu mengadaptif terhadap beban daya dukung. Ini yang perlu kita perhatikan,“ bebernya.
Kemudian, kedua, melihat bagaimana peran kota Jakarta sebagai ibu kota regional geopolitik Asean. Peran tersebut akan mengubah warna kota secara keseluruhan. Ini yang seharusnya diemban juga oleh Jakarta, sehingga sebagai pusat regional Jakarta bisa hidup dengan baik. Hal itu tentu harus diikuti dengan infrastruktur dengan baik.
“Masukan dari kami, kita urun rembug mengenai bagaimana melihat visi Jakarta 20 tahun ke depan sehingga Jakarta menjadi kota yang kompetetif, kota global dunia, kita berdiskusi mengenai pentingnya ruang-ruang yang aman dan layak huni. Infrasruktur adalah prasarana dasar,“ tandasnya.
Selain sebagai Ketua Umum IAP, Bernardus merupakan Managing Partner di HD Asia Advisory, Komisaris PT Jababeka Infrastructure, Chief Representative Officer di Hawkins Infrastructure, serta Principal di APUDG Urban Design Indonesia.