SOLO – Sebanyak sembilan petenis putra maupun putri National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menjalani pemusatan latihan nasional persiapan Asian Para Games 2018. Para atlet tersebut dengan digenjot latihan fisik untuk memulihkan kondisi fisik.
Pelatih Kepala Timnas Tenis NPC Indonesia, Irfan Dwi Nurfianto mengatakan, atlet yang masuk pelatnas tenis NPC semuanya adalah muka lama. “Sembilan petenis NPC yang dipersiapkan merupakan muka lama setelah mereka istirahat cukup lama, tidak latihan sepulangnya, ASEAN Para Games 2017 di Malaysia beberapa waktu lalu,” kata Irfan, usai memimpin latihan di Lapangan Tenis Manahan Solo, Jumat (19/1/2018).
Latihan telah dimulai pada Senin (15/1/2018). Saat ini proses sudah mengarah pada tahap upaya peningkatan kondisi fisik. Kondisi fisik dari para atlet mengalami penurunan setelah cukup lama vakum atau tidak latihan. Selain fisik, latihan juga untuk peningkatan stamina. “Para petenis ini, kondisi fisiknya belum pulih, dan mereka tampak lebih cepat lelah,” kata dia.
Petenis NPC yang terdiri atas enam putra dan tiga putri, selama tiga bulan ke depan akan lebih fokus pengembalian kondisi fisik sekaligus latihan peningkatan kekuatan dan kecepetan bergerak.
Menurut dia, soal tehnik petenis Indonesia tidak ada masalah karena mereka sudah menguasainya. Dan setelah latihan fisik selanjutnya mereka akan mengikuti program taktik dan akurasi, termasuk mental bertanding agar lebih kuat. Persaingan di cabang olahraga tenis tingkat Asia saat ini berlangsung cukup berat.
Keberadaan petenis asal Jepang, Korea Selatan, Sri Langka, Iran, dan Thailand masih mendominasi. Para atlet dari beberapa negara itu cukup berpengalaman dan sudah terbiasa mengikuti berbagai kejuaraan.
Oleh karena itu bagi petenis Indonesia, disebut Irfan bisa merebut medali perunggu prestasinya sudah bisa dinilai cukup bagus. Akan tetapi, petenis Erwin Subrata dan kawan-kawan tetap harus terus mengoptimalkan latihan agar bisa bersaing di tingkat Asia. “Indonesia, sebelumnya pada Asian Para Games di Korea, untuk tenis tidak dapat medali,” ungkap Irfan.
Pada APG 2018, Indonesia masih mengandalkan petenis senior yang mempunyai pengelaman, antara lain Erwin Subrata, Nurdin, Maryanta yang turun di nomer quad. Sedangkan petanis lainnya, Dodi Bale dan Puji Sumartono turun nomer mendro. Mereka diharapkan mampu bersaing dan mencuri medali. “Kami pelatnas selama 10 bulan dan latihan rutin Senin hingga Sabtu tiap pagi dan sore di lapangan tenis Manahan Solo,” pungkasnya. (Ant)