SD Bustanul Ulum Semen Padang, Sekolah Adiwiyata Mandiri

PADANG — Batu Busuak, merupakan sebuah pemukiman penduduk di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. Namanya memang Batu Basuak, namun bukan berarti kawasan itu berbau busuak (busuk), sebaliknya, Batu Busuak merupakan kawasan yang sejuk dan memiliki udara yang segar.

Hal ini karena kawasan Batu Busuak terletak di kaki perbukitan dan tak jauh darinya juga terdapat aliran sungai yang merupakan bagian hulu dari sungai yang ada di Kota Padang.

Kawasan ini juga jarang dilalui oleh masyarakat pada umumnya di Kota Padang. Kecuali, oleh masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Secara geografis, Batu Busuak terletak di bagian pedalaman ke arah timur Kota Padang. Jarak dari pusat Kota Padang ke Batu Busuak kurang lebih 13 kilometer.

Batu Busuak ini hanya memiliki satu pintu masuk atau akses jalan, yakni tepatnya di sebelah kiri dari gerbang Kampus Universitas Andalas Padang, yang berada di Limau Manih. Dari jalan itu, akan ada akses jalan dengan kondisi cukup bagus untuk sampai ke kawasan Batu Busuak. Saat ini infrastrurktur jalannya menggunakan beton yang lebarnya sekira tiga meter. Jalan inilah yang digunakan masyarakat untuk berlalu-lalang menuju Batu Busuak.

Meski terbilang cukup jauh dari hiruk-pikuk keramaian perkotaan, bukan berarti Batu Busuak menjadi sebuah pemukiman penduduk yang hidup dalam kondisi sosial yang tidak begitu bagus. Kebanyakan mata pencarian masyarakat setempat sebagai petani. Mulai dari petani padi hingga berkebun, yang lahannya terdapat di perbukitan.

Di daerah itu bahkan terdapat sebuah sekolah dasar (SD) yang ternyata memiliki sejumlah prestasi yang tidak hanya di tingkat Kota Padang, tetapi juga tingkat nasional. Keberadaan SD itu menunjukkan kawasan Batu Busuak merupakan kawasan ‘emas’ yang dimiliki oleh Kota Padang.

Sekolah yang telah dikenal di tingkat nasional itu, yakni SD Bustanul Ulum Semen Padang. Sekolah ini pada awalnya merupakan tempat berdirinya Pondok Pasantren pada 1981. Berdirinya sekolah itu, atas inisiatif masyarakat di Batu Basuak. Inisiatif itu lahir, karena munculnya keresahan dari masyarakat setempat, tentang persoalan jauhnya jangkauan tempat sekolah.

Untuk menghilangkan keresahan dari masyarakat tersebut, akhirnya warga mempersilakan tanah yang berada dekat dari sungai yang sejuk itu untuk didirikan bangunan sekolah pondok pesantren dengan tiga ruang belajar.

Namun, seiring waktu berjalan, jumlah murid yang ada tidak lebih dari 10 orang. Melihat kondisi demikian, masyarakat khawatir sekolah itu bisa ditutup. Akhirnya, masyarakat bersepakat menjadikan sekolah itu sebagai sekolah dasar yang kemudian dikenal hingga saat ini sebagai SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Hal tentang adanya nama perusahaan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat di SD tersebut, berawal dari kepedulian PT. Semen Padang terhadap kondisi pendidikan yang berada di Batu Busuak.

Siswi-siswi SD Bustanul Ulum Semen Padang tengah membersihkan lantai sekolah dalam kegiatan gotong-royong bersama. -Foto: M. Noli Hendra

Kepala Sekolah SD Bustanul Ulum Semen Padang, Bustami, menjelaskan, dengan adanya kepedulian PT. Semen Padang terhadap sekolah tersebut, turut menjadi semangat baru bagi masyarakat setempat. Sebab, dengan adanya bantuan yang diberikan oleh PT. Semen Padang, turut menjadikan SD Bustanul Ulum memiliki siswa-siswi yang banyak, mancapai di atas angka seratus lebih. Hal ini karena di SD Bustanul Ulum menerapkan sekolah gratis bagi anak-anak setempat.

“Di SD Bustanul Ulum kita hanya memiliki tiga ruang belajar saja. Padahal, siswa-siswinya terdiri dari kelas I hingga kelas VI. Jadi, cara untuk tetap melangsungkan pendidikan untuk keenam kelas itu, maka untuk satu ruang belajar dibelah menjadi dua, dengan jumlah siswa-siswi setiap kelas hanya 20 orang. Terkadang juga ada melebihi dari 20 orang. Kalau guru-gurunya kita ada 11 orang,” katanya, ketika ditemui Cendana News, Rabu (3/1/2018).

Alasan SD Bustanul Ulum Semen Padang menerapkan sistem sekolah gratis, bukan karena ada bantuan dari PT. Semen Padang yang dapat dijadikan sumber dana untuk keberlangsungan sekolah tersebut. Tetapi, mengingat kondisi ekonomi masyarakat setempat tergolong ekonomi lemah, serta berdirinya SD itu adalah inisiatif masyarakat. Karena itu, pihak sekolah memutuskan, bagi anak-anak yang belajar di SD Bustanul Ulum Semen Padang tidak dipungut biaya apa pun.

Bantuan-bantuan yang diberikan PT. Semen Padang tidak hanya berupa uang atau pembangunan fisik sekolah. Tetapi turut menempatkan beberapa orang guru yang merupakan guru-guru yang selama ini mengajar di sejumlah sekolah yang bernaung di bawah PT. Semen Padang, yang terdapat pada Yayasan Igasar Semen Padang.

Kondisi demikian membuat pihak SD Bustanul Ulum Semen Padang fokus untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak di Batu Busuak, dan tidak terlalu memikirkan persoalan gaji guru dan hal-hal lainnya yang bersangkutan dengan keberlangsungan SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Hal ini juga turut dibuktikan atas komitmen SD Bustanul Ulum Semen Padang dalam melakukan pendidikan yang bagus untuk anak-anak di Batu Basuak, dengan diraihnya sejumlah prestasi yang membanggakan.

Salah satu penghargaan paling bergengsi yang diraihnya ialah CSR Award 2014 Platinum bidang pelibatan dan pengembangan masyarakat program pendidikan dan budaya sekolahku hijau berbasis kearifan lokal.

Kepala Sekolah SD Bustanul Ulum Semen Padang, Bustami, memperlihat penghargaan Platinum CSR Award 2014 di bidang pelibatan dan pengembangan masyarakat program pendidikan dan budaya sekolahku hijau berbasis kearifan lokal. -Foto: M. Noli Hendra

Penghargaan yang diraihnya itu merupakan bentuk kepedulian PT. Semen Padang melalui CSR (Coorporate Social Responsibility) terhadap SD Bustanul Ulum Semen Padang yang turut memberikan dampak kebersihan lingkungan, dan turut mengajarkan serta membudayakan kepada anak-anak di sekolah untuk peduli kepada lingkungan.

Kepedulian lingkungan PT. Semen Padang terhadap SD Bustanul Ulum ini pun merupakan komitmen dari PT. Semen Padang dalam mewujudkan lingkungan yang bersih untuk masyarakat.

Memang, jarak antara pabrik PT. Semen Padang dengan SD Bustanul Ulum terbilang jauh, dan kekhawatiran dampak aktivitas pabrik tidak terjadi di SD Bustanul Ulum. Namun, hal utama yang menjadi tujuan PT. Semen Padang ke SD Bustanul Ulum ialah untuk memberikan tempat bersekolah yang layak, aman dan nyaman. Atas kepeduliannya, dua kali berturut-turut PT. Semen Padang bahkan mendapatkan Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2017. Proper Hijau merupakan tingkatan kedua bagi perusahaan yang dinyatakan melakukan pengelolaan lingkungan secara baik.

Menurut Kepala Biro Safety Health & Environment PT. Semen Padang, Mustaqim Nasra, melakukan pengelolaan lingkungan secara baik adalah tanggungjawab perusahaan, sehingga masyarakat yang bermukim di sekitar pabrik tidak mengkhawatirkan aktivitas pabrik. Begitu juga dengan lingkungan yang berada di ring I, II, dan ring III PT. Semen Padang, tetap menjadi kepedulian perusahaan.

Untuk itu, selain meraih penghargaan CSR Award 2014, pada bulan Juli 2017, SD Bustanul Ulum Semen Padang kembali menoreh prestasi di kancah nasional, sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri dari sepuluh sekolah yang ada di Sumatera Barat.

Perjalanan untuk mengukir prestasi demi prestasi yang dilalui oleh SD Bustanul Ulum Semen Padang tidak terlalu mudah.

Bustami mengatakan, sebelum berhasil naik ke peringkat menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri pada 2017, banyak hal yang harus dilalui oleh sekolah yang tentunya peran pentingnya ialah guru dan para sisiwa-siswi.

Berawal dari kondisi sekolah yang pada awalnya memiliki lingkungan hampa dan gersang, membuat guru-guru di SD Bustanul Ulum Semen Padang tergerak untuk mengubah lingkungan sekolah menjadi sekolah yang hijau dan indah.

Hal ini pun dimotori langsung oleh seorang guru SD Bustanul Ulum Semen Padang, Ary Gunawan, yang kini ditunjuk menjadi Ketua Adiwiyata di SD Bustanul Ulum Semen Padang. Komitmen yang dijalankannya itu tidak hanya datang dari para guru, tapi turut diterapkan kepada para siswa-siswi berserta masyarakat.

Dalam perjalanannya, untuk mewujudkan sekolah yang memiliki lingkungan yang bagus, SD Bustanul Ulum Semen Padang melakukan pembenahan dan pemanfaatan lahan-lahan yang ada di sekitar sekolah. Seperti membuat sejumlah taman-taman mini di halaman sekolah, dan memiliki kebun di belakang sekolah.

Cara untuk menjalankan itu, awalnya mengajak para siswa-siswi membawa sejumlah jenis bunga beserta pupuk kandang. Jenis bunga itu ditanam oleh para siswa-siswi di taman yang telah disediakan.

Berawal dari sana, muncul kegiatan SD Bustanul Ulum Semen Padang untuk kebersihan lingkungan di sekolah, yang dilakukan oleh para siswa-siswi setiap hari Rabu, untuk satu kali dalam satu pekan. Kegiatan yang rutin dilakukan setiap satu kali per pekannya, secara berangsur membuat SD Bustanul Ulum Semen Padang terlihat segar dan hijau. Bahkan, dengan adanya kesungguhan dari para siswa-siswi untuk mewujudkan sekolah yang segar dan hijau, turut mengetuk hati warga setempat untuk peduli kebersihan lingkungan.

Ary Gunawan menyebutkan, melihat kesungguhan dan semangat gotong-royong yang dilakukan oleh para siswa-siswi, warga setempat turut turun membantu menjadikan sekolah yang benar-benar bersih, aman dan nyaman. Bentuk kepedulian dari masyarakat, seperti turut memberikan sejumlah jenis tanaman dan mendekorasi sejumlah fisik sekolah.

“Jadi, selain setiap hari Rabu, juga ada aksi bersih 10 menit sebelum masuk sekolah yang dilakukan oleh siswa-siswi. Setelah itu akan ada penilaian satu harinya dari guru, ruang kelas mana yang dinilai bersih. Bila mendapatkan bendera putih, berarti ruang kelas dinilai bersih. Jika kuning pertanda ruang kelas masih terjadi belum rapi dan bersih, dan bila merah menunjukan ruang kelas kotor,” ucapnya.

Selain hampir di segala mata pelajaran, para guru juga menyangkutpautkan ke lingkungan. Seperti untuk belajar tentang Ilmu Pengetahuan Alam. Para guru mengenalkan segala jenis tanaman kepada para siswa-siswi, dari tanaman yang ada di kawasan sekolah. Begitu juga tentang pelajaran agama. Para guru juga menyampaikan beberapa hal tentang Al-quran yang menyebutkan untuk menjaga lingkungan, karena lingkungan adalah bagian dari iman.

Menurutnya, hal-hal semacam itu turut mengajarkan kepada para siswa-siswi tentang tanggung jawab terhadap lingkungan. Sehingga, hal semacam itu menjadi kebiasaan bagi siswa-siswi saat berada di rumahnya masing-masing.

Beranjak dari sana, SD Bustanul Ulum Semen Padang mulai dilirik oleh Dinas Lingkungan Hidup pada 2012 untuk ikut menjadi sekolah Adiwiyata tingkat Kota Padang. Hasilnya, SD Bustanul Ulum Semen Padang berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Kota Padang pada 2014. Lalu, pada bulan September di tahun yang sama, SD Bustanul Ulum Semen Padang kembali meraih penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi.

“Dengan hal-hal yang kita lakukan itu, SD Bustanul Ulum Semen Padang pun diusulkan naik ke peringkat Adiwiyata Mandiri. Untuk hal ini, SD Bustanul Ulum Semen Padang melakukan pembinaan tehadap 13 sekolah yang ada di Kecamatan Pauh dan Lubuh Begalung. Kini, dari pembinaan yang dilakukan terhadap 13 sekolah itu, satu sekolah yakni SD Dian Andalas Gadut, Kota Padang, berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional,” jelasnya.

Pada akhirnya, melihat sekolah-sekolah yang dibina SD Bustanul Ulum Semen Padang telah berhasil melakukan perubahan lingkungan ke arah yang lebih bagus, SD Bustanul Ulum Semen Padang pun dinyatakan sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri 2017.

Rentang waktu antara 2014 ke 2017 menjadi titik fokus SD Bustanul Ulum Semen Padang melakukan pembinaan terhadap 13 sekolah yang ada di dua kecamatan di Kota Padang.

“Semua yang kita jalani itu tidak terlepas dari aplikasi yang telah ditentukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menjalankan sekolah Adiwiyata. Maka, segala kegiatan yang kita lakukan hal utama ialah aplikasi harus jalan,” katanya.

Meski telah mencapai tingkatan tertinggi dalam penghargaan Adiwitaya, SD Bustanul Ulum Semen Padang tetap melangsungkan kegiatan peduli lingkungan bersama siswa-siswi yang merupakan anak-anak di Batu Busuak.

Kini, dari sekolah yang sebelumnya gersang, telah menjadi sekolah segar dan hijau. Lingkungan yang demikian, telah membuat masyarakat di Batu Busuak turut berbangga. SD Bustanul Ulum yang awalnya didirikan atas inisiatif masyarakat, mampu tumbuh bersama kepedulian PT. Semen Padang.

Lihat juga...