YOGYAKARTA – Baru saja selesai dibangun, keberadaan embung Potorono, yang difungsikan sebagai telaga desa di Desa Potorono, Banguntapan, Bantul, telah memberikan banyak manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Tak sekedar menjadi tempat resapan air sekaligus tampungan air hujan, keberadaan embung ini juga banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik baru, baik itu untuk bersantai, berolahraga maupun kegiatan rekreasi lainnya.
Hampir setiap pagi atau pun sore hari, kawasan telaga desa ini ramai dikunjungi masyarakat. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia datang berkunjung ke kawasan yang terletak tak jauh dari jalan raya Jogja Wonosari ini.
Kepala Seksi Kesejahteraan, Desa Potorono, yang membidangi lingkungan, Toriq Fauzi, mengatakan, embung Potorono mulai dibangun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY pada tahun 2017 melalui program Telaga Desa.
Memiliki luas sekitar 4800 meter persegi, embung Potorono dibangun di atas lahan wanadesa seluas 30 ribu meter persegi. Menelan anggaran mencapai Rp2,8 miliar embung ini secara khusus ditujukan untuk menampung luapan air hujan dari Sungai Mruwe atau Tambakbaya di dekatnya.
“Sampai saat ini embung Potorono belum diserah-terimakan ke desa. Peresmian juga belum. Namun secara nyata sudah memberikan manfaat. Saat terjadi peristiwa badai Cempaka lalu, adanya embung ikut berkontribusi menampung luapan air sungai, sehingga mencegah banjir,” katanya.
Dengan potensi wisata yang dimilikinya, embung Potorono juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Banyaknya warga yang datang, akan dapat memicu tumbuhnya warung-warung di sekitar lokasi.
“Kita sudah mulai membentuk Pokdarwis. Pengelolaan embung akan dilakukan oleh Pokdarwis sebagai salah satu unit BUMDes,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Hapsari, asal Ngipik, Banguntapan, mengaku senang dengan dibangunnya embung atau telaga desa Potorono. Keberadaan embung tersebut dikatakan dapat menjadi tempat rekreasi murah bagi warga.
“Bagus, bisa untuk tempat bersantai dan berolahraga bersama keluarga. Suasana dan pemandangannya juga bagus. Dan dekat dengan rumah,” pungkasnya.
