KPH Sikka Tanam 20 Hektar Cendana di Lahan Warga

MAUMERE – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) wilayah Kabupaten Sikka melaksanakan penanaman 10 ribu pohon cendana di lahan milik warga seluas 20 hektar yang tersebar di dua desa di Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka.

“Penanaman dilakukan dengan melibatkan Kelompok Tani Cinta Alam Desa Teka Iku dan Kelompok Tani Watumapan Desa Mekendetung di lahan milik masyarakat masing-masing seluas 10 hektar,” ujar Hery Siswandi, Kepala Bidang Konservasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan Kabupaten Sikka, Rabu (3/1/2018).

Dikatakan Hery, penanaman pohon cendana dipilih sebab sesuai dengan program kerja gubernur NTT Cendana Lestari. Mengingat Cendana selama ini menjadi salah satu kayu yang jadi andalan provinsi NTT, sudah mulai berkurang jumlahnya dan terancam punah.

Hery Siswandi Kepala Bidang Konservasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan Kabupaten Sikka. Foto: Ebed de Rosary

“Dulu NTT terkenal, satu-satunya daerah di Indonesia sebagai penghasil kayu cendana dan membuat bangsa Portugis serta Belanda menanam dan mengembangkan Cendana di pulau Solor dan Timor,” terangnya.

Program penanaman pohon Cendana yang telah dilaksanakan tersebut, lanjut Hery, membuat masyarakat makin antusias peduli lingkungan. Mereka bergotong royong bersama petugas dari UPT KPH Sikka melakukan penanaman di tanah yang berada di dekat perbukitan dan hutan.

“Lokasi penanaman dipilih di dua desa tersebut sebab kondisi tanah di wilayah tersebut sangat cocok untuk pengembangan kayu cendana. Pohon ini ditanam di areal kebun dan dalam areal tersebut juga ditanami jagung maupun padi,” ungkapnya.

Hery berharap agar para petani bisa merawat tanaman tersebut hingga kayunya bisa dijual guna menambah pendapatan. Bila perlu petani juga menanam cendana dengan bibit yang dibeli sendiri di penangkar benih di Desa Teka Iku.

Tobias Moa, Ketua Kelompok Tani Cinta Alam Desa Teka Iku mengaku, tertarik menanam cendana sebab bibit cendana disiapkan pemerintah. Lahan kebun warga pun masih banyak yang kosong dan belum banyak ditanami dengan cendana, dimana kayunya memiliki harga jual tinggi.

“Kami mau tanam sebab perawatannya mudah. Selain di kebun, banyak lahan tidur yang belum digarap pun bisa juga dimanfaatkan daripada dibiarkan telantar,” tuturnya.

Para petani di Desa Teka Iku Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka sedang melakukan penanaman kayu cendana di lahan kebun milik mereka. Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...