Ratusan Warga Singkil Suntik Vaksin Difteri
SINGKIL – Ratusan warga Pulo Sarok, Aceh Singkil, Provinsi Aceh berbondong-bondong membawa anaknya untuk menerima vaksin difteri. Masyarakat mulai menyadari penyakit tersebut mematikan dan mudah menular.
Dua bulan terakhir, perkembangan difteri di wilayah tersebut sudah mengkhawatirkan. “Wabah penyakit menular difteri kurun waktu dua bulan terakhir ini sangat dikhawatirkan masyarakat Aceh Singkil, sehingga ketika Dinas Kesehatan mengadakan suntik vaksin, antusias masyarakat sangat banyak demi pencegahan,” ujar Warga Pulo Sarok, Aceh Singkil Sabda, Jumat (26/1/2018).
Dikatakan, kegiatan vaksinasi anti bodi difteri oleh Dinas Kesehatan di awal ini untuk usia 3 hingga 16 tahun. “Kendati pemberian vaksin sudah dibagi dalam tiga titik dalam satu desa, namun warga tetap terlihat penuh sesak, dan ramai antri,” tambahnya.
Menurut informasi, korban penyakit difteri di wilayah Aceh Singkil sudah dua orang. Yang pertama warga Desa Kilangan bernama Nurul(16) dan baru tiga hari terakhir ini warga Desa Pulosarok Dusun Kurnia Rujah bernama Fahmi (17) seorang pelajar yang masih duduk dibangku kelas 2 SMAN 1 Singkil dan masih dalam penanganan di RSUD Singkil.
Direktur RSUD Singkil Dr Darul membenarkan satu orang pasien warga Pulo Sarok, Aceh Singkil yang terjangkit difteri sedang ditangani tiga hari terakhir ini. “Saat ini kondisi pasien difteri sudah mulai membaik di ruang isolasi, karena baru tiga hari, pasien masih kita rawat, biasanya 10 hari sudah pulih, baru pasien kita perbolehkan pulang,” ujarnya.
Menurut Darul, pihaknya sudah diberi wewenang untuk merawat pasien difteri dengan penanggung jawab ada spesialis dokter anak yang berjumlah dua orang. “Apabila disini sudah tidak tertangani dengan kondisi yang sudah akut atau agak berat, baru dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh,” jelasnya.
Tetapi karena kondisi pasien difteri masih baru dan baru memasuki perawatan hari ketiga kondisi pasien sudah mulai membaik. “Tapi, prosedurnya harus tetap 10 hari dirawat di ruangan khusus isolasi, supaya dia tidak menularkan ke orang lain lagi,” ujarnya.
Dokter Darul menjelaskan, wabah penyakit difteri bukan hanya terkena pada usia 16 tahun ke bawah. Penyakit tersebut juga berdampak pada usia dewasa, namun lebih rentan pada usia dini. (Ant)