PMI Penajam Tak Memiliki Peralatan Medis Memadai

PENAJAM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, belum memiliki peralatan medis yang memadai. Kondisi tersebut berakibat hingga kini PMI Penajam tidak dapat melayani masyarakat secara optimal.

Sementara proses pengadaan peralatan medis dilakukan secara bertahap. “Pengadaan peralatan medis pada 2018 dilakukan secara berkala atau dicicil,” ujar Sekretaris PMI Penajam Paser Utara Mappanyompa di Penajam, Jumat (26/1/2018).

Fasilitas peralatan medis yang ada saat ini jumlahnya masih sangat minim dan belum memadai. Hal yang sama juga terlihat untuk fasilitas lain seperti peralatan kantor meja dan kursi.

Kantor PMI Kabupaten Penajam Paser Utara dibangun dengan dana APBD 2016 sebanyak Rp1,4 miliar. Keberadaanya diresmikan penggunaan pada awal 2017 dan hingga kini hanya difungsikan untuk sekretariat dan kegiatan donor darah.

“Jadi, untuk sementara pelayanan donor darah atau penyimpanan darah masih bergantung pada petugas PMI Kota Balikpapan,” ujar Mappanyompa.

Diharapkan, peralatan medis di Kantor PMI Kabupaten Penajam Paser Utara bisa segera dilengkapi, sehingga Unit Transfusi Darah (UTD) dapat beroperasi 24 jam melayani masyarakat. Hingga kini masyarakat atau pasien di Kabupaten Penajam Paser Utara yang membutuhkan darah harus ke kantor PMI Kota Balikpapan.

Sementara kebutuhan darah di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara terus meningkat. Saat ini jumlah permintaannya mencapai 150 hingga 200 kantong per bulan.

Selain peralatan medis yang belum memadai, anggaran hibah untuk PMI Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2018 dicoret. Hal tersebut berimbas operasinalisasi harus menggunakan dana hibah tahun sebelumnya. “Anggaran hibah untuk PMI 2018 tidak diakomodasi pemerintah kabupaten, jadi kami gunakan dana hibah 2017 untuk operasional kantor dan kegiatan donor darah,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...