Penuhi Makanan Sehat, Warga Kelawi Tanam Sayur

LAMPUNG – Kebutuhan akan hidup sehat dengan pola makan yang seimbang dengan pemenuhan akan sayuran bagi keluarga menjadi prioritas bagi Nimas Riza (33) yang memiliki tiga anak di antaranya duduk di bangku SMP dan SD.

Warga Dusun Serungku Desa Kelawi tersebut mengaku dengan keterbatasan lahan tak menghalanginya untuk menanam berbagai jenis sayuran, bunga, buah dan tanaman obat keluarga (Toga).

Nimas Riza menyebut, dirinya yang masih memiliki anak usia 3 tahun rutin mengikuti kegiatan pos pelayan terpadu (Posyandu) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi anaknya termasuk penyuluhan pemberian asupan makanan bergizi bagi anaknya.

Pola makanan seimbang dengan empat sehat lima sempurna diakuinya bersumber dari sayuran dan buah yang bisa diperoleh secara mandiri melalui menanam berbagai jenis sayuran.

“Selain mendapat penyuluhan dari tenaga kesehatan saat mengikuti Posyandu di desa kami digencarkan adanya kelompok wanita penanam tanaman obat keluarga yang ditanam di lahan pekarangan,” terang Nimas Riza, salah satu warga Dusun Serungku Desa Kelawi, saat ditemui Cendana News tengah melakukan proses perawatan berbagai tanaman buah miliknya di pekarangan, Jumat (19/1/2018).

Tanaman obat berupa sereh, jahe dan berbagai tanaman lain menggunakan media polybag [Foto: Henk Widi]
Penyediaan berbagai jenis sayuran, buah dan tanaman obat keluarga dilakukan dengan kombinasi tanaman bunga. Nimas menyebut, halaman depan rumahnya dipenuhi tanaman sayur dan bunga.

Pengelolaan tanaman dengan tujuan dan fungsi untuk kebutuhan keluarga disebutnya juga memiliki fungsi estetika keindahan rumah sekaligus penyejuk halaman.

Media tanam menggunakan polybag. Sebagian buah menggunakan sistem tanaman buah dalam pot (tabulapot) di antaranya buah naga dan jeruk lemon memanfaatkan ember bekas dan botol bekas air mineral sebagai media tanam.

Selain memanfaatkan bahan seadanya dirinya juga mengaku memanfaatkan media tanam berupa sekam padi, kompos serta cocopeat dari sekat kelapa. Penggunaan pupuk berupa pupuk kandang disebutnya menjadi tambahan berupa air cucian beras.

Perawatan tanaman dilakukan mempergunakan pupuk organik [Foto: Henk Widi]
“Karena faktor kesehatan sangat penting saya sama sekali tidak menggunakan zat zat kimia karena untuk dikonsumsi keluarga,” bebernya.

Puluhan jenis tanaman obat di antaranya sereh, jahe, kunyit, kencur serta berbagai jenis tanaman obat lain diakuinya kerap dimanfaatkan saat anak mengalami masalah kesehatan berupa sakit perut dan juga kembung dengan mempergunakan toga yang diperoleh dari hasil menanam di lahan pekarangan.

Selain tanaman obat keluarga beberapa jenis sayuran di antaranya seledri, terong, selada, daun bawang, sawi, jeruk, sayur, dan tomat.

Selain secara mandiri, sebagian warga di Dusun Serungkuk juga memiliki kelompok kerja (Pokja) Toga Desa Kelawi yang menanam berbagai jenis tanaman sayuran dan obat dengan mempergunakan media seadanya.

Selain digunakan sebagai kebutuhan pribadi sebagian tanaman hasil kelompok dijual kepada kaum ibu rumah tangga khususnya jenis sayuran berupa seledri, sawi dan terong.

Selain memiliki fungsi keindahan bagi halaman rumah, keberadaan tanaman sayur dan toga di sejumlah rumah yang ditanam oleh kaum wanita di Desa Kelawi juga disebutnya memiliki fungsi menekan biaya pengeluaran kaum wanita, khususnya jenis sayuran hijau sawi atau cabai.

Nimas mengaku, masih terus melakukan proses menambah tanaman tersebut di beberapa lahan pekarangan yang belum ditanami dengan sayuran untuk kebutuhan keluarga.

Nimas Riza merawat tanaman sayur, bunga dan buah serta obat keluarga di pekarangan rumahnya [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...