JAKARTA – Gabungan Industi Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan. Puncak penjualan mobil dari catatan Gaikindo terjadi pada 2013.
Ketua Gaikindo Jongkie Sugiarto menyebut, pada 2013 terjual 1, 23 juta unit mobil. Tapi pada tahun-tahun berikutnya, jumlah penjualan mengalami penurusan. Di 2014 penjualan turun menjadi 1,20 juta unit dan di 2015 semakin turun lagi hingga 1,01 juta unit. “Baru merangkak naik di 2016 yaitu 1,06 juta unit,“ ungkapnya dalam acara Media Briefeng Automotive Outlook 2018, Selasa (16/1/2018).
Dari penjualan tersebut, untuk jenis MPV atau penjualan di 2017 mencapai 594.893 unit. Sedangkan, pada 2016 jumlah yang terjual sebanyak 608.054 unit. Dengan demikian penjualan MPV mengalami penurunan sekira dua persen. Penurunan tercatat juga terjadi pada penjualan jenis sedan.
Penjualan sedan pada 2017 mencapai 9.139 unit. Jumlah tersebut menurun 34 persen karena di 2016 terjual Sedangkan penjualan truk pada 2017 mencapai 89.370 unit meningkat 45 persen dari 2016 yang hanya terjual sebanyak 66.775 unit.
“Kategori kendaraan 4 x 4 pada 2017 terjual 3.638 unit, sedangkan di 2016 terjual 4.930 unit atau turun 26 persen. Untuk bus 2017 sebanyak 3.851 unit, dan 2016 sebanyak 3.959 unit, menurun tiga persen. Kategori double cabin pada 2017 terjual 13.667 unit, dan 2016 terjual sebanyak 9.344 unit atau ada kenaikan 46 persen, “ paparnya Jongkie.
Dari sisi produksi mobil di Indonesia, Gaikindo mencatat jumlahnya mencapai 2,2 juta unit. Jumlah ini tentu berpengaruh pada penyerapan tenaga kerja kurang lebih 35 ribu yang terlibat di perakitan, dan pembuatan kendaraan bermotor. “Untuk produksi kendaraan bermotor berada di 1,1 juta, dan pada Desember diperkirakan sampai pada 1,3 juta unit mobil, “ tandasnya.
Sementara itu dari asal pabrikan, mobil Jepang disebut masih menguasai pasar kendaraan di Indonesia. 19 merek mobil jepang disebutnya, menguasai 98 persen pasar kendaraan di Indonesia.