Pesohor Pakistan Bergabung Dengan Gerakan #Metoo

LONDON – Para pesohor Pakistan, mengaku mengalami pelecehan seksual saat anak-anak dan bergabung dalam gerakan tanda pagar #MeToo.  Aksi tersebut menjadi bagian dari aksi kemarahan nasional atas pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang bocah berusia 7 tahun di negara tersebut pada pekan lalu.

Saat pengguna Twitter menanggapi dengan curahan dukungan, sejumlah perempuan muncul untuk berbagi cerita serupa, menentang tabu tentang membahas seks di negara konservatif itu. “Saya berusia 4 tahun saat pertama kali dilecehkan secara seksual,” kata aktris Nadia Jamil, yang sekarang tinggal di Inggris, Selasa (16/1/2018).

Nadia Jamil mengaku mendapatkan tekanan dari untuk tidak berbicara mengenai pelecehan tersebut, sebagai upaya menjaga kehormatan keluarganya. “ Apakah kehormatan keluarga saya ada dalam tubuh saya? Saya penyintas yang bangga, kuat dan penuh cinta. Tidak ada rasa malu pada saya,” katanya lebih lanjut.

Sebelumnya, Polisi Pakistan menemukan mayat Zainab Ansari (7) di tempat pembuangan sampah pada 9 Januari di Pakistan timur. Penemuan tersebut tercatat hanya empat hari setelah dia dilaporkan hilang. Penemuan tersebut  memicu seruan tanda pagar #Keadilan untuk Zainab di seluruh dunia.

Dua orang dilaporkan tewas saat demonstrasi menyikapi kasus tersebut meletus di Pakistan pekan lalu. Publik marah  karena melihat adanya kegagalan penyelidikan kasus tersebut. Pembunugan Zainab Ansar menjadi pembunuhan ke-12 di kota Kasur dalam setahun terakhir. Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa pembunuh berantai mungkin sedang berkeliaran.

Sebelumnya, menindaklanjuti tuduhan terhadap produser film Amerika Serikat Harvey Weinstein, jutaan perempuan menggunakan media sosial untuk berbagi cerita tentang pelecehan atau serangan seksual yang mereka alami menggunakan tanda pagar #Metoo.

Banyak perempuan di Pakistan yang berpenduduk mayoritas Muslim mengatakan bahwa mereka dilecehkan oleh orang yang mereka percayai. Sementara keluarga mereka menekan mereka untuk diam guna menghindari rasa malu.

Jamil mengatakan bahwa dia dianiaya secara seksual oleh guru agamanya, sopirnya dan seorang pria dari keluarga elit. “Pelecehan oleh laki-laki terjadi di mana-mana. Keluarga saya masih menginginkan saya tetap diam. Tapi rasa malu itu bukan MILIK SAYA!” kicaunya.

Pesohor lainnua, seorang perancang busana Maheen Khan, yang telah membuat kostum untuk berbagai drama dan film internasional juga bergabung dalam aksi tersebut. Ia berkicau bahwa dia dilecehkan secara seksual oleh guru agamanya. “Saya membeku dalam ketakutan dari hari ke hari,” katanya.

Maheen mengaku, menerima telepon yang tak terhitung banyaknya dengan kisah-kisah mengerikan yang serupa setelah kicauan pertamanya.

Pemimpin upacara penghargaan terbesar Pakistan, Lux Style Awards, Frieha Altaf mengaku selama lebih dari satu dekade menjadi korban pelecehan secara seksual oleh koki keluarganya. Pelecehan dialami sejak di usia enam tahun. “Orangtuaku mengambil tindakan tapi semua orang diam, seakan itu adalah rasa malu saya. Satu-satunya rasa malu adalah diam saja,” kata dia berkicau di twiiter. (Ant)

Lihat juga...