Mayon Meletus, Albay Filipina Dalam Keadaan Bencana

MANILA – Provinsi Albay, Filipina tengah mengumumkan keadaan bencana pada Selasa (16/1/2018). Pengumuman dikeluarkan setelah gunung berapi Mayon memuntahkan lahar hingga ke batas daerah terlarang di radius enam kilometer.

Gunung Mayon, gunung berapi di Provinsi Albay di daerah pusat Bicol, yang ditumbuhi kelapa, meletus sejak Sabtu (13/1/2018). Akibat letusan tersebut, desa-desa pertanian dekat dengan gunung Mayon di Provinsi Albay mengalami hujan abu.

Penduduk yang berusaha menyelamatkan diri dari rumah mereka pada Selasa (16/1/2018) mencapai 25.000 orang. “Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat meningkat dua kali lipat,” ujar Gubernur Albay, Al Francis Bichara.

Sementara itu Dewan Pengurangan Ancaman Bencana Nasional setempat sebelumnya memperkirakan, hanya sekira 22.000 orang yang harus diungsikan jika Gunung Mayon meletus. Pemerintah Filipina menetapkan Albay dalam keadaan bencana dan akan memberi dana tambahan kepada provinsi tersebut.

“Letusan semacam ini, akan memakan waktu sekitar berminggu-minggu, jadi kita harus mempertahankan kegiatan di pusat evakuasi. Kita perlu menggunakan dana bencana,” tambah Bichara.

Lembaga Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mencatat adanya sembilan getaran pada Selasa (16/1/2018). Empat di antaranya disertai semburan lahar, dan karena adanya tekanan menyebabkan aliran lahar dan abu. Hal tersebut memunculkan prediksi kemungkinan letusan berbahaya akan terjadi dalam beberapa minggu atau bahkan berhari-hari dari gunung berapi yang hampir berbentuk kerucut tersebut.

Sementara itu akibat letusan pemerintah provinsi setempat, memperluas area penangguhan kegiatan belajar mengajar.  Penangguhan kegiatan belajar memungkinkan pemerintah menggunakan sekolah sebagai tempat penampungan sementara.

Gunung Mayon gunung berapi setinggi 2.462 meter yang berada sekitar 340 kilometer dari tenggara Manila merupakan gunung berapi paling aktif Filipina. Sejak akhir pekan lalu memuntahkan lahar yang mengalir di lerengnya. Sementara abu sisa pembakaran erupsi jatuh di kota terdekat.

Mayon dikenal sebagai penghasil kelapa, menarik wisatawan karena bentuk kerucutnya hampir sempurna. Gunung itu menunjukkan peningkatan kegiatan sejak akhir pekan lalu, sehingga ribuan warga diungsikan.

Tingkat waspada 4 berarti letusan dimungkinkan “dalam beberapa hari”, sedangkan tingkat 5 adalah saat terjadi letusan berbahaya.
Kepala Phivolcs Renato Solidum menggambarkan kegiatan vulkanik Mayon saat ini sebagai letusan magmatik, yang tidak eksplosif. Kendati demikian, letusan vulkanik yang membahayakan masih tetap mungkin terjadi dalam beberapa hari kedepan. “Apa yang ingin kami lihat adalah apakah akan ada tekanan yang cukup, tekanan gas agar magma berikutnya naik,” katanya. (Ant)

Lihat juga...