Pemugaran Induk Candi Kedulan Selesai di 2018

SLEMAN – Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta menargetkan selesai menyusun kembali induk Candi Kedulan di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY pada 2018 ini.

Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta Ari Setyastuti  menyebut, jika proses pemugaran selesai, maka kawasan tersebut selanjutnya dijadikan sebagai Pusat Studi Vulcano Arkeologi. “Pada tahun berikutnya akan menjadi pusat studi vulkano arkeologi,” katanya, Senin (22/1/2018).

Menurut Ari, pada 2018 pemugaran Candi Kedulan menghabiskan anggaran sekira Rp2,8 miliar. Pengerjaan bagian induk candi dimulai pada Jumat 5 Januari lalu dan akan selesai pada Desember 2018. Setelah bagian induk, pemugaran baru merambah candi-candi kecil di sampingnya (perwara).

“Biaya tergantung dari kebutuhannya apakah banyak batu yang perlu diganti atau tidak,” katanya.

Di Candi Kedulan saat ini masih terdapat 95 persen batuan yang asli. Jadi hanya sedikit saja batu yang perlu diganti untuk melengkapinya. “Candi ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan yang lainnya. Pernah menjadi tempat untuk konferensi internasional vulkanologi beberapa tahun lalu. Karena bangunan heritage ini berkali-kali diterjang oleh lahar erupsi Gunung Merapi yang ada di sebelah utaranya,” katanya.

Ari mengatakan, dari lapisan sedimen lahar Merapi ini, Candi Kedulan yang berada sekitar 6 – 7 meter di bawah permukaan tanah tak hanya laboratorium bagi dunia arkeologi saja. Namun juga sebagai pembelajaran bagi ilmu geologinya. “Selain sebagai laboratorium arkeologi sekaligus sebagai laboratorium geologinya. Ini akan menjadi tempat edukasi terpadu,” katanya.

Ia mengatakan, Candi Kedulan ini juga sebagai penunjang program pembelajaran generasi selanjutnya yang telah ada sebelumnya. Seperti kemah cagar budaya hingga sekolah cagar budaya. “Nanti akan ada bumi perkemahan di sekitar kawasan candi,” katanya.

Candi Kedulan ditemukan pada 1993. Candi tersebut terpendam pada kedalaman 6-7 meter dari permukaan tanah karena dampak letusan Gunung Merapi. (Ant)

Lihat juga...