Pelni Logistics Targetkan Laba Rp49 Miliar di 2018
JAKARTA – Pelni Logistics, anak usaha PT Pelni, menargetkan perolehan laba sebesar Rp49 miliar di 2018. Target tersebut meningkat Rp45 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan target disusun mempertimbangkan perkiraan pertumbuhan positif sektor logistik tanah air dalam beberapa tahun ke depan. “Ya target kami (laba) meningkat seperti itu tahun ini,” kata Direktur Utama Pelni Logistics Suharyanto, Minggu (7/1/2018).
Upaya pencapaian target akan dilaliui dengan upaya meningkatkan bongkar muat curah kering dan sinergitas dengan perusahaan negara lainnya. Program Tol Laut yang dilakukan sejak November 2015, diyakini akan mendorong pertumbuhan positif aktivitas bongkar muat curah kering.
Khususnya aktivitas bongkar muat guna meningkatkan pemerataan pertumbuhan di kawasan timur negeri ini. Selain itu, tambahnya, pengembangan bisnis di sektor ini pun masih terbuka lebar dengan okupansi kapal logistik Pelni yang saat ini baru mencapai sekira 70 persen.
Suharyanto menjelaskan, pihaknya akan meningkatkan kegiatan bongkar muat dari sektor non captive berupa batubara dan general cargo lainnya sebanyak 5,3 juta ton di 2018. “Itu naik signifikan dibandingkan 2016 yang hanya 1,8 juta ton,” katanya.
Perseroan yang berdiri sejak 31 Maret 1986 dengan nama PT Sarana Bandar Nasional ini mulai menyediakan jasa bongkar muat barang dari dan ke kapal milik induk perusahaan maupun kapal-kapal perusahaan lain.
Jasa tersebut meliputi kegiatan stevedoring atau pembongkaran barang dari dan ke kapal, cargodoring atau mengeluarkan dan mengangkut barang dari dermaga ke lapangan penumpukan barang di gudang dan sebaliknya, dan receiving delivery atau penerimaan dan penyerahan barang dari gudang atau lapangan penumpukan barang, lalu menyusunnya ke atas kendaraan pengangkut untuk seterusnya disampaikan kepada penerima.
Muatan yang dilayani perusahaan, antara lain kontainer, kargo, general cargo, pupuk curah, semen, kendaraan, dan alat berat. Perseroan juga melayani bongkar muat yang berbentuk bag cargo, seperti beras, pupuk, dan terigu, serta paletize cargo seperti plywood atau keramik.
Bongkar muat curah kering, seperti batu bara dan nikel, serta curah cair seperti minyak kelapa sawit (CPO), juga dilayani. Perseroan juga sudah bertransformasi menjadi perusahaan logistik total dan turut melayani pelanggan jasa transportasi barang dari pintu ke pintu hingga menjadi usaha penunjang dari kegiatan bisnis utama perusahaan.
Sejak 2013 perusahaan mendirikan dua anak perusahaan di bidang angkutan multimoda dan kepelabuhanan, serta kini turut mengembangkan saluran distribusi dengan merek Pelni Mart.
Terakhir, Pelni menambah 1.200 kontainer baru atau menambah dari 980 kontainer saat ini. Jalin Sinergitas Guna menunjang bisnis di sektor logistik tersebut, Pelni Logistics juga terus menggencarkan sinergitas, utamanya dengan perusahaan milik negara lainnya.
Ia memberikan memberikan contoh sinergitas itu dengan Haka aston, Pos logistics, Pupuk Indonesia, dan Semen Indonesia. “Sejak awal Agustus 2017 bersama Semen Indonesia, perusahaan telah melakukan pengiriman semen perdana dari Pelabuhan Makassar ke Pelabuhan Pomako Timika,” katanya.
Perseroan bersama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia mengirimkan puluhan ton bahan pokok ke Kabupaten Wamena Papua, untuk dijual ke konsumen dengan harga 25 persen di bawah harga pasar sesuai target pemerintah. (Ant)