Transplantasi Terumbu Karang Gili Nanggu Sukses

LOMBOK BARAT – Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSL) Denpasar Wilayah Kerja Nusa Tenggara Barat (NTB) mengklaim telah berhasil memulihkan ekosistem terumbu karang di Gili Nanggu, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Upaya pemulihan dilakukan dengan metode transplantasi. “Stek terumbu karang yang kami tanam dengan metode transplantasi tumbuh dengan bagus,” kata Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja NTB, Barmawi, Minggu (7/1/2018).

BPSPL melaksanakan program transplantasi terumbu karang di Gili Nanggu sejak 2013 hingga 2015. Dari program tersebut, monitoring tingkat pertumbuhan dilakukan di 2017 lalu. Jumlah meja transplantasi terbuat dari besi beton yang ditenggelamkan di bawah perairan laut sebanyak 5 unit dengan jumlah terumbu karang terpasang sebanyak 56 stek per satu meja.

Pemulihan ekosistem terumbu karang di salah satu pulau wisata itu juga dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, DKP Kabupaten Lombok Barat, dan kelompok masyarakat peduli ekosistem terumbu karang.

Dari seluruh pihak yang terlibat, saat ini upaya pemulihan telah menghasilkan total panjang meja media transplantasi terumbu karang yang ditenggelamkan di perairan Gili Nanggu mencapai 100 meter.

Meja transplantasi tersebut ada yang terbuat dari besi beton model jaring laba-laba dan gubuk berbentuk rumah adat Sasak (Suku Lombok), ada juga media tanam terbuat dari paralon. “Dari hasil monitoring dan evaluasi terakhir yang kami lakukan hingga akhir 2017, tingkat keberhasilan pertumbuhan terumbu karang transplantasi mencapai 80 persen,” tambahnya.

Barmawi mengatakan, transplantasi terumbu karang dilakukan di Gili Nanggu dengan tujuan memulihkan ekosistem biota laut di kawasan konservasi tersebut. Ekosistem di lokasi tersebut mengalami kerusakan akibat aktivitas mencari ikan menggunakan potasium dan bom.

Selain itu, Gili Nanggu merupakan bagian dari Gita Nada di Kecamatan Sekotong, yang merupakan kawasan konservasi perairan terdiri atas tiga pulau, yakni Gili Nanggu, Gili Tangkong, dan Gili Sudak. Selain untuk memulihkan ekosistem, transplantasi terumbu karang juga dilakukan dengan tujuan sebagai wahana edukasi bagi masyarakat sekitar dan wisatawan yang berkunjung ke Gili Nanggu.

Dengan membaiknya ekosistem terumbu di Gili Nanggu, akan memberi manfaat ekologi dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Manfaat secara ekologi, yakni ekosistem terumbu karang yang bagus akan menyediakan makanan bagi berbagai jenis ikan. Dengan demikian, kawasan konservasi Gili Nanggu menjadi salah satu “Bank Ikan” di Kabupaten Lombok Barat.

Melimpahnya ikan tentu tidak serta merta bisa ditangkap di dalam kawasan konservasi. Namun ketika ikan melimpah tersebut bermigrasi ke zona bebas, maka nelayan bisa melakukan penangkapan. “Kami berharap akan lebih banyak lagi masyarakat yang tertarik untuk menanam terumbu karang dengan sistem transplantasi. Apalagi sudah ada meja transplantasi yang bisa dimanfaatkan,” punhgkas Barmawi. (Ant)

Lihat juga...