Pasca-Liburan, Jasa Cuci Kendaraan Banjir Order

LAMPUNG — Pascalibur Natal 2017 dan tahun baru 2018, sejumlah tempat usaha jasa cuci kendaraan roda dua dan roda empat, mengalami kenaikan permintaan jasa cuci kendaraan.

Andi, salah satu karyawan yang bekerja mencuci kendaraan roda dua dan roda empat di usaha cucian mobil milik Purba, menyebut lonjakan konsumen terjadi sejak pagi, karena pada Senin (1/1/2018) sejumlah usaha tersebut tidak beroperasi.

Menurut Andi, sejak pagi tadi sudah ada 15 kendaraan yang sudah dicuci dengan menggunakan alat pencucian kendaraan sederhana dengan mesin semprot menggunakan kompresor, sisanya mengantri untuk dicuci karena di tempat tersebut hanya ada empat karyawan khusus untuk mencuci kendaraa roda empat dan tiga karryawan untuk mencuci kendaraan roda dua.

Ia menyebut, akibat lokasi parkir terbatas yang dipergunakan untuk memarkirkan kendaraan pascadicuci, sejumlah kendaraan bahkan beralih ke lokasi jasa cucian kendaraan lain.

“Sebagian pemilik kendaraan sudah mengantarkan kendaraan ke sini sejak pagi, bahkan kemudian ditinggal karena akan kembali bekerja diambil saat jam istirahat, sementara kendaraan lain terus berdatangan termasuk kendaraan roda dua,” ungkap Andi, di Jalan Lintas Sumatera KM 70, Selasa (2/1/2018).

Dibanding hari normal, lanjut Andi, jumlah kendaraan roda dua dan empat yang dicuci meningkat setelah libur Natal dan tahun baru. Biasanya hanya 10 hingga 15 kendaraan, namun setelah libur Natal berkisar 40 hingga 50 kendaraan per hari, dengan jasa pencucian motor Rp8.000 per kendaraan.

Tempat cucian kendaraan Kedas di Jalan Lintas Sumatera KM 3 Bakauheni Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Dalam sehari, ia menyebut jasa cuci kendaraan roda dua u pada hari normal hanya berkisar Rp80.000 hingga Rp100.000, sementara selama liburan bisa mendapatkan pemasukan dari jasa cucian lebih dari Rp300.000 per hari.

Selain kendaraan roda dua, peningkatan permintaan jasa cuci juga terjadi pada kendaraan roda empat. Selama  liburan, jumlah mobil yang dicuci berjumlah sekitar 30 hingga 40 unit.

Pada hari biasa, ia menyebut pemasukan hanya berkisar Rp500.000 per hari, sementara selama liburan khusus untuk cuci mobil bisa mencapai Rp1juta per hari.

Serupa dengan jasa cucian kendaraan motor dan mobil, di sepanjang Jalinsum KM 70 berdasarkan pantauan Cendana News ada belasan usaha cucian kendaraan, di antaranya khusus melayani cucian kendaraan roda dua akibat keterbatasan lahan sementara sebagian khusus melayani kendaraan berukuran besar jenis truk ekspedisi.

Salah satu usaha cucian kendaraan milik salah satu warga di Penengahan, bahkan kerap melayani pencucian kendaraan truk pengangkut material Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Peningkatan permintaan pada usaha cucian kendaraan juga terjadi di di Jalinsum KM 03 Bakauheni.

Menurut Andi, penggunaan mesin hidrolik untuk mencuci kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat disebutnya membuat jasa pencucian di tempat tersebut untuk kendaraan roda dua dibanderol Rp15.000, sementara untuk kendaraan roda empat yang dicuci dibanderol Rp35.000 hingga Rp50.000 per kendaraan.

“Sebagian pemilik kendaraan memilih mencuci di sini karena kami menggunakan mesin hidrolik yang berfungsi untuk mengangkat mobil, sehingga proses pembersihan bagian bawah kendaraan bisa dilakukan,” ungkap Adi.

Ia menyebut, usaha cucian dengan sistem hidrolik dengan alat sebanyak tujuh unit dan sebagian secara konvensional dengan sepuluh karyawan membuat pelayanan bisa cepat dilakukan, meski pascalibur Natal dan Tahun Baru, bahkan liburan yang lain pelanggan kerap menggunakan jasa cucian di tempat tersebut.

Pasca liburan, ia menyebut sebagian warga yang ingin mencuci kendaraan juga bisa menikmati fasilitas salon mobil dengan jasa sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta.

Sebagian pelanggan disebutnya didominasi oleh pemilik kendaraan yang usai melakukan liburan, bahkan di antaranya datang ke sejumlah lokasi wisata, sehingga kendaraan sebagian kotor. Selain memiliki fasilitas usaha cucian ia menyebut di Kedas juga memiliki jasa reparasi kendaraan, sehingga sejumlah kendaraan yang menjalani reparasi sebagian langsung menjalani proses mencuci.

Kenaikan jumlah kendaraan yang mencuci di tempat jasa cuci kendaraan disebutnya selain memberi pemasukan bagi pemilik usaha juga ikut memberi sumber penghasilan bagi sebagian karyawan yang merupakan warga Bakauheni.

Keberadaan usaha cucian di Bakauheni tersebut juga ikut menggairahkan bisnis kuliner di tempat tersebut, karena sebagian pemilik kendaraan yang mencuci kendaraan bisa menunggu waktu sembari menikmati makanan tradisional berupa empek-empek serta makanan lain yang dijual di dekat lokasi usaha cucian.

Lihat juga...