BALIKPAPAN — Pertumbuhan ekonomi kota Balikpapan pada 2017 diproyeksi mencapai 2,2 hingga 2,6 persen. Angka itu turun bila dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada 2016 sebesar 4,76 persen.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2017 melambat, karena perlambatan kinerja industri pengolahan di tahun tersebut melakukan pemeliharaan. Namun, sedikit tertahan karena adanya proyek refinery development masterplan program (RDMP) kilang Balikpapan.

“Diperkirakan karena adanya maintenance atau pemeliharaan. Dan, informasi yang kita dapatkan dari BPS, meski melambat masih bisa tertahan dengan proyek RDMP, sehingga ada kenaikan,” jelasnya Selasa, (2/1/2018).
Meski diproyeksi turun dari tahun 2016, menurutnya, pertumbuhan ekonomi masih mengalami kenaikan bila dibandingkan dari tahun 2015 yang hanya sebesar 1,3 persen.
“Turun, tapi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi pada 2015 itu APBD juga mengalami defisit, sehingga berdampak pada ekonomi daerah,” ucap mantan Kepala Bagian Pembangunan, Sekkot Balikpapan.
Ketika ditanya dampak pertumbuhan ekonomi dengan angka pertambahan keluarga miskin dan lainnya, Agus mengatakan untuk melihat angka kemiskinan dan pengangguran itu harus dilihat angka pasti pertumbuhan ekonomi tahun berjalan dan harus dillihat secara menyeluruh datanya.
“Karena angka pertumbuhan ekonomi pada 2017 masih angka proyeksi. Meski memang pada 2017 itu kondisi APBD kota juga belum mengalami kenaikan, karena masih fokus membayarkan hutang proyek yang telah berjalan,” tandasnya.
Sementara angka inflasi kota Balikpapan pada 2017 dapat terkendali dengan baik, yaitu diproyeksi berkisar pada angka 1,8 hingga 2,2 persen.
“Tingkat inflasi rendah didorong dengan harga pangan yang bisa terkendali di 2017. Dengan kecukupan pasokan melebihi dari jumlah permintaan,” sebutnya.
Masih belum menunjukkan signifikan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur juga berdampak pada penurunan jumlah penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan di sepanjang 2017. Tercatat sepanjang 2017 penumpang yang terangkut mencapai 7,3 juta orang, sementara pada 2016 mencapai 7,5 juta penumpang.
General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Balikpapan, Handy Heryudhitiawan, menambahkan menjelang tutup tahun 2017 dengan melihat pertumbuhan harian, maka arus penumpang melebihi rata-rata sehingga pada Desember 2017 itu mengalami naik cukup signifikan. Namun, bila dijumlahkan, sepanjang 2017 diakuinya mengalami penurunan.
“Penurunan penumpang ini karena secara ekonomi Kalimantan Timur masih menunjukkan indikator yang belum signifikan kenaikannya, namun sudah ada upaya perbaikan ke depannya dengan menarik minat pengunjung ke Kalimantan Timur,” ujarnya.