Pemuda Desa Sukses Usaha Pembuatan Kandang
YOGYAKARTA – – – Sejak beberapa waktu terakhir, jumlah pengusaha muda di Indonesia memang tumbuh pesat. Banyak anak-anak muda, termasuk pemuda desa memilih menggeluti berbagai bidang usaha, dibanding bekerja sebagai buruh atau pegawai.
Tak sekedar menjalankan usaha, para pengusaha muda desa ini pun juga telah mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga, keberadaan mereka secara nyata turut berkontribusi mengurangi angka pengangguran dan menciptakan lapangan kerja baru.
Salah satu pemuda desa yang memilih menjadi pengusaha muda, di antaranya adalah Peking Rudi Cahyono. Pemuda 21 tahun kelahiran 1996, asal dusun Karanggede, Gilangharjo, Pandak, Bantul, ini bahkan sudah memiliki 4 orang karyawan dengan omzet belasan juta rupiah.
Pembuatan kandang ternak, gazebo dan cakruk merupakan usaha yang dipilih Rudi. Ia sudah mulai merintis usahanya itu sejak umur belasan tahun. Bukan kebetulan, karena ayahnya memang seorang tukang kayu di desanya.
“Karena ayah saya seorang tukang kayu, sejak SMP saya sudah sering membantu buat kandang. Setelah bisa dan tahu seluk beluknya saya mencoba buka usaha sendiri. Saya sewa tempat sendiri, lalu cari pelanggan lewat facebook dan instagram,” katanya.
Meski awalnya harus pintar-pintar membagi waktu untuk bekerja dan bersekolah, kini Rudi telah mampu menjalankan usahanya secara mandiri. Bersama 4 orang karyawannya, ia mampu memproduksi berbagai jenis kandang ternak kambing. Mulai dari kandang kambing pejantan, kandang penggemukan, kandang umbaran, hingga kandang anakan.
“Untuk harga tergantung ukuran dan kualitas. Kandang standar 1,5 x 3 meter kisaran Rp2,3 juta. Kalau ukuran 1,8 x 2,25 meter harganya Rp9,5 juta. Paling mahal untuk kandang umbaran, kemarin baru saja ada yang pesan ukuran 14 x 2 meter 3 paket, harganya Rp38 juta,” katanya.
Selain menerima pesanan kandang ternak kambing, Rudi juga menerima pesanan gazebo taman dan cakruk atau pos ronda. Ia juga bekerja sama dengan tukang khusus teman ayahnya yang biasa membuat gazebo.
“Kalau cakruk ukuran 2×1,5 meter itu harganya kisaran Rp3,5 juta. Gazebo ukuran 2 x 2,25 meter mencapai Rp18,5 juta. Tapi, paling laris memang masih kandang ternak,” katanya.
Untuk waktu pembuatan, Rudi menyebut satu kandang ternak dibuat selama 3-4 hari. Waktu paling lama adalah pembuatan gazebo yang mencapai 8 hari. Dalam sebulan, ia mengaku bisa menjual 3-5 kandang atau gazebo dan cakruk.
“Selain melayani pesanan dari Yogyakarta dan sekitarnya, kita juga kerap kirim ke luar daerah. Paling sering ke Jakarta,”katanya.
Salah satu kendala yang dihadapi Rudi saat ini adalah sulitnya mencari bahan baku berupa kayu Turi Besi. Selain harus mendatangkan dari luar daerah seperti Wonosari atau Kebumen, ia juga mengaku harus menunggu lama pasokan tersebut dengan harga yang lumayan mahal.
“Harus kayu Turi Besi, karena memang lebih bagus dan awet,” pungkasnya.