Pajak DKI Rp5,2 Triliun, Sandi: Mendekati Fastastik
JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno tampaknya tak cukup puas dengan hasiil pencapaian pajak dan retribusi daerah pemerintah provinsi (pemprov) DKI mencapai lebih dari Rp5,2 triliun.
Meski angkanya melebihi capaian tahun-tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp2 triliun, tapi ia menilai hal itu mendekati fantastik. Jumlah pencapaian pajaknya masih bisa ditingkatkan dengan adanya kepatuhan, sistem, dan koordinasi.
“Kita mendapat sebuah percapaian pajak dan retribusi pemprov DKI yang sudah mendekati fantastik,” kata Sandi di Kantor Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD), Gedung Dinas Teknis, Jl. Abdul Muis Lt. 2, Jl. Abdul Muis No. 66 Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (2/1/2018).
Lebih lanjut, Sandi menerangkan, angka itu tercapai karena adanya kerja sama dan penegakan hukum. “Tanpa perlu menaikkan pajak, jumlah pencapaian pajaknya masih bisa ditingkatkan dengan adanya kepatuhan, sistem, dan koordinasi, “ terangnya.
Sandi berharap cara ini dapat menjadi pola tersendiri. “Dengan pola ini, pajak hiburan, restoran, dan hotel yang tahun ini hanya mencapai Rp 4,9 triliun dapat ditingkatkan menjadi Rp7 triliun pada 2018, “ harapannya.
Menurut Sandi, pencapaian hari ini telah lebih tinggi dari target APBD-P 2017 Rp35,3 triliun. Jadi ada Rp1,3 triliun.
“Selain itu, masih ada pajak senilai Rp230 miliar yang harus ditagih pada Januari 2018. Dengan perhitungan itu, total target pajak yang terlampaui diharapkan mencapai Rp1,5 triliun, “ harapannya lagi.
Kelas menengah sudah mulai patuh, tinggal yang pengusaha besar yang maih belum. “Pengusaha hiburan ayo dong patuh,” pintanya.
Sandi membantah realisasi pendapatan pajak dan retribusi daerah dari pajak hiburan yang hanya 94 persen itu, karena ditutupnya beberapa tempat hiburan oleh Pemprov maupun Pemda. “Nggak juga, saya rasa ini kepatuhan saja dari kita,” tegasnya.
Sandi juga mengatakan, kini Pemprov tengah mengimbau para pengusaha di 2018 agar dapat mengubah paradigrma, sadar pajak membuat pembangunan Jakarta lebih baik.
“Kita mengimbau 2018 saatnya kita berubah. Mudah-mudahan bisa mengubah paradigma kita, kita adalah bangsa yang patuh pajak dan sadar bahwa pajak akan bisa membantu membangun Jakarta yang lebih baik,” ungkapnya.
“Ini menurut saya kita patut syukuri dan ini juga mengirimkan pesan ke Ibu Sri Mulyani bahwa kami melampaui target penerimaan pajak lebih dari 100 persen menuju 104 persen,” tandasnya.