Catatan Harian Abdul Rohman Sukardi – 08/08/2025
Apa itu PISA. Apa itu intervensi “Program Masal PISA”. Kenapa Jakarta?.
Mari kita urai satu persatu.
PISA: Programme for International Student Assessment. Ialah program penilaian internasional oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). Skor PISA mencerminkan kemampuan siswa dalam problem-solving, berpikir kritis, dan literasi numerik/sains. Semua sangat dibutuhkan dalam ekonomi modern.
Setiap tiga tahun, PISA menguji tiga bidang utama. 1. Membaca (reading literacy). Ialah kemampuan memahami, menggunakan, dan merefleksikan teks. 2. Matematika (mathematical literacy). Ialah kemampuan memecahkan masalah menggunakan konsep matematika. 3. Sains (scientific literacy). Ialah kemampuan menjelaskan fenomena secara ilmiah dan berpikir kritis.
GoodStats: peringkat PISA Indonesia di 69 dari 80 negara. Menandakan SDM Indonesia masih rendah.Indonesia kaya SDA. Jika SDM memadai, Indonesia bisa menjadi negara ke-4 kekuatan ekonomi dunia.
Negara dengan skor PISA tinggi cenderung unggul ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge economy), teknologi tinggi, dan riset. OECD: terdapat korelasi kuat antara skor PISA tinggi dengan produktivitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Investor mempertimbangkan kualitas SDM lokal. Skor PISA tinggi menjadi sinyal bagi sebuah negara. Bahwa negara itu punya tenaga kerja yang mampu dengan cepat belajar dan beradaptasi.
PISA bisa diintervensikan kepada sebuah negara. Agar peringkatnya naik. Polandia memperbaiki kualitas guru: peringkat PISA naik signifikan pada 2000–2012. Singapura menerapkan thinking curriculum: skor PISA menjadi tinggi. Vietnam menggabungkan pembinaan guru dan pemerataan fasilitas: hasil PISA mengejutkan dunia.
Indonesia menerapkan intervensi PISA nasional terbatas. Belum ada program “intervensi PISA masal”. Sebuah program yang menyasar seluruh negeri secara terpadu.
Berbagai upaya masih bersifat parsial. Termasuk program Tanoto Foundation. Secara eksplisit menargetkan Indonesia salah satu dari 5 negara peringkat PISA tertinggi pada tahun 2030.
Intervensi PISA masal berbiaya mahal. Untuk menjangkau seluruh sekolah negeri di Indonesia.
Kategori “Low budget” memerlukan biaya Rp 12,5 T per tahun. Tiga tahun: Rp 37,5 T. Untuk kategori “Moderate” memerlukan Rp 37,5 T pertahun. Tiga tahun: Rp 112,5 T. Untuk kategori “Ambitious” memerlukan biaya Rp 100 T pertahun. Tiga Rp 300 T. Jumlah ini masih lebih kecil dibanding biaya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara, intervensi program PISA sudah terbukti di banyak negara. Bisa saja sebenarnya dilakukan intervensi secara terseleksi. Diambil kota-kota tertentu sebagai percontohan.
Mari kita melongok Jakarta. Kenapa harus Jakarta?
Pertama, ia kontributor terbesar perekonomian nasional. Lokomotif ekonomi nasional. Jakarta menyumbang sekitar 17–18% PDB nasional. Luas wilayahnya kurang 1% wilayah Indonesia.
Basis ekonomi Jakarta sangat tergantung sektor jasa bernilai tambah tinggi. Sektor keuangan, teknologi, perdagangan, logistik, kreatif. Semua membutuhkan SDM terampil.
Intervensi program PISA di Jakarta akan berdampak signifikan pada perekonomian nasional.
Kedua, Jakarta memiliki kekuatan fiskal. APBD DKI 2025 sekitar Rp. 81–85 triliun. Terbesar di Indonesia. Porsi belanja pendidikan umumnya mengikuti amanat UUD dan UU Sisdiknas. Lebih dari 20% APBD. Sekitar Rp16–17 triliun per tahun.
Jakarta mampu membiayainya sendiri intervensi program PISA. Tidak tergantung pusat. Ada 5.344 sekolah negeri di Jakarta. Baik SDN, SMPN, SMAN, MAN, SMKN.
Program “low-cost”: fokus efisiensi (minimal, berbasis digital & cascading training). Per sekolah / tahun diperkirakan memerlukan Rp 50.000.000. Total pertahun memerlukan biaya Rp 267.200.000.000. Tiga tahun memerlukan Rp 801.600.000.000.
Program “moderate”: paket layak skala kota. Pelatihan berkala dan perbaikan perangkat bersama. Per sekolah / tahun diperkirakan memerlukan Rp 150.000.000. Total pertahun memerlukan Rp 801.600.000.000. Per tiga tahun Rp 2.404.800.000.000.
“Ambitious”: program transformasi (infrastruktur + coaching intensif). Per sekolah / tahun diperkirakan memerlukan Rp 400.000.000. Total pertahun Rp 2.137.600.000.000. Per tiga tahun Rp 6.412.800.000.000.
Riset Hanushek & Woessmann (OECD, 2015): peningkatan rata-rata 25 poin PISA berpotensi menaikkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang 0,5–1% per tahun.
Jika Indonesia naik 50 poin PISA dalam 20 tahun, simulasi OECD menunjukkan potensi tambahan PDB setara ribuan triliun rupiah setiap tahun. Skor PISA Jakarta bisa memperbaiki skor PISA Nasional.
Kemajuan Indonesia bisa di drive dari Jakarta. Jika ada political will. Melalui, salah satunya, intervensi program PISA.
Apalagi jika diterapkan di kota-kota lain. Kota /kabuaten/provinsi yang kekuatan fiskalnya sudah mendukung.
- ARS – Jakarta (rohmanfth@gmail.com)