Musim Penghujan, Peternak Kelinci Waspadai Beragam Penyakit
YOGYAKARTA – Sejumlah peternak kelinci di Kabupaten Kulonprogo, mengeluhkan munculnya berbagai penyakit yang menyerang ternak mereka saat musim penghujan seperti saat ini. Sejumlah penyakit itu antara lain perut kembung maupun koreng pada kulit ternak.
Salah seorang peternak kelinci di Dusun Girigondo, Kaligintung, Temon, Kulonprogo, Seri Suryadi, mengatakan sejumlah penyakit tersebut masih menjadi masalah utama para peternak kelinci selama ini. Khususnya setiap memasuki masa perubahan musim maupun saat musim penghujan.
“Perut kembung pada kelinci biasanya terjadi, karena pakan berupa rumput diberikan masih dalam kondisi basah atau baru dipetik. Itu tidak bagus untuk ternak, karena masih mengandung getah. Mestinya rumput harus diangin-anginkan terlebih dahulu sekitar tiga jam sebelum diberikan pada ternak,” katanya, Selasa (9/1/2018).
Sementara, penyakit koreng biasa muncul, karena pengaruh kandang yang lembab. Untuk mengatasinya, kondisi kandang harus selalu dijaga kebersihan maupun kelembabannya. Termasuk membuat ventilasi, agar angin dapat masuk maupun keluar kandang ternak.
Selain itu, makanan tambahan seperti kubis, bayam, sawi dan sebagainya juga berpengaruh pada munculnya koreng. “Jika sudah muncul gudig atau koreng cara mengatasinnya bisa dengan disuntik,” ujarnya.
Agar kondisi ternak selalu terjaga, pemberian makanan tambahan seperti ampas tahu maupun dedak juga diperlukan.
Suryadi mengaku memiliki puluhan ternak kelinci, meskipun saat ini jumlahnya sengaja dikurangi, karena dalam masa perombakan kandang. Ia biasa membeli anakan kelinci untuk dibesarkan, baik untuk dijual sebagai bibit penggemukan atau siap konsumsi.
“Untuk masa panen antara 2-3 bulan. Satu ekor kelinci siap jual hidup biasa dihargai Rp60-80 ribu, atau hitungannya Rp30 ribu per kilogram,” katanya.
Untuk pakan berupa rumput, Suryadi mengaku menghabiskan sekitar dua keranjang rumput untuk tiap lima ekor kelinci selama tiga hari. Selain menjual ternak kelinci berupa daging, peternak juga masih bisa mendapatkan tambahan hasil dari kencing atau kotoran kelinci. Pasalnya, kotoran kelinci ini sangat bagus jika digunakan untuk pupuk berbagai jenis tanaman seperti sayuran atau pun buah.
“Kelinci itu setiap buang air selalu ditempat yang sama. Sehingga tinggal kita tampung saja. Satu ekor kelinci biasa menghasilkan 1/4 liter air kencing. Sementara harga air kencing kelinci biasa saya hargai Rp1.000 per liter,” pungkasnya.