Alokasi Bantuan Benih Kedelai di Sikka di Bawah Target
MAUMERE – Pemerintah kabupaten Sikka melalui dinas pertanian (Distan), hanya merealisasikan penyaluran bantuan benih kedelai bagi kelompok tani dengan lahan seluas 1.037 hektare dari luasan lahan yang direncanakan 1.322 hektare untuk pengembangan tanaman kedelai.
“Proses pengajuan di dinas pertanian provinsi NTT terlambat, sehingga pencairan dananya di kantor pelayanan perbendaharaan negara (KPPN) Kupang juga tidak terlaksana,” ungkap Inocensius Siga, Selasa (9/1/2018).

Dikatakan Ino, sapaannya, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sikka, target kelompok tani yang akan menerima bantuan bagi pengembangan kedelai berdasarkan usulan pihaknya sebanyak 160 kelompok tani yang tersebar di berbagai kecamatan di kabupaten Sikka.
“Kami usulkan bantuan bagi 160 kelompok tani, namun realisasinya hanya untuk 127 kelompok tani saja. Dananya memang langsung ditransfer dari pusat ke rekening kelompok tani, sebab bersumber dari APBN Perubahan,” terangnya.
Dinas Pertanian kabupaten Sikka, lanjut Ino, menerima pemberitahuan dari dinas pertanian provinsi NTT pada 4 Januari 2018, sehingga langsung mengirim surat ke provinsi untuk diteruskan ke Kementerian Pertanian. “Kami minta sisa dana bantuan bagi 33 kelompok tani bisa dicairkan,” ungkapnya.
Ino berharap, agar sisa dana bantuan bagi pengembangan kedelai untuk 33 kelompok tani tersebut bisa dicairkan di tahun anggaran 2018 ini, agar petani bisa segera melakukan penanaman di musim tanam 2018.
“Kalau kedelai kan bisa ditanam dengan sistem tumpang sari atau bisa juga monokultur, sehingga bila dananya cair petani bisa segera melakukan penanaman kedelai. Kalau benih kami sudah siapkan, agar petani bisa membelinya sesuai kebutuhan,” sebutnya.
Donatus Liwu, petani di kecamatan Talibura yang ditemui Cendana News mengaku tertarik menanam kedelai, bila pemerintah menyediakan bibitnya. Selama ini, petani di kabupaten Sikka belum terbiasa menanam kedelai.
Natus, sapaannya, mengaku tertarik menanam kedelai, sebab harga jualnya juga bagus dan kebutuhan kedelai di kabupaten Sikka saat ini meningkat akibat mulai banyak masyarakat yang menkonsumsi tahu dan tempe.
“Kalau pemerintah bantu biaya untuk menanam kedelai, kelompok kami juga siap menanamnya. Kami sudah terbiasa menanam kacang hijau usai panen padi atau jagung, sehingga kalau ada kedelai kami juga bisa tanam,” katanya.
Natus mengaku akan mengajukan proposal ke dinas pertanian di 2018 ini, agar kelompok tani mereka bisa juga mendapat bantuan kedelai. Dirinya mengaku tanaman kedelai juga cocok dikembangkan di Sikka, apalagi tanaman ini tidak banyak membutuhkan air.