Libur Akhir Tahun, Biro Wisata di Lampung Raup Untung Besar
LAMPUNG — Libur sekolah,Natal 2017 hingga Tahun Baru 2018 memberi dampak positif bagi para pelaku usaha wisata.
Reza (25), seorang tour leader wisata di salah satu biro perjalanan wisata menyebut selama 2017 minat wisatawan berkunjung ke Lampung terutama untuk destinasi wisata bahari sangat meningkat, terutama bagi wisatawan yang melakukan kunjungan dengan sistem open trip.
Dalam sepekan dirinya bisa mengantarkan pengunjung yang berasal dari wilayah Bandung, Jakarta dan Tangerang dengan rata rata wisatawan berjumlah sekitar 50 hingga 70 orang, dari sekitar 7 agen perjalanan wisata yang menawarkan paket wisata Pulau Pahawang dari Pelabuhan Merak. Jumlah tersebut diakuinya cukup meningkat dibanding 2016 dengan jumlah wisatawan yang diantarkan hanya berkisar 20 hingga 30 orang perpekan.
“Kami memiliki tim yang memiliki tugas melakukan koordinasi di setiap meeting point atau titik kumpul baik di Pelabuhan Merak,Pelabuhan Bakauheni serta kota Bandarlampung tergantung asal wisatawan dari Pulau Jawa atau sebagian wilayah Sumatera,” ujar Reza saat ditemui Cendana News, Senin (1/1/2018)
Selama ini ungkap Reza sebagian wisatawan telah membeli paket perjalanan wisata dari beberapa biro perjalanan dan dominan memilih meeting point dari Pelabuhan Merak. Sehingga tiket perjalanan kapal sudah disediakan oleh biro perjalanan wisata termasuk proses penjemputan di pelabuhan Bakauheni Lampung.
Sistem open trip disebutnya biaya yang dikenakan menyesuaikan jumlah peserta dimana saat ini untuk peserta sebanyak 14 orang paling diminati karena cukup dengan Rp470.000 per orang, wisatawan bisa menikmati paket wisata ke Pulau Pahawang selama dua hari satu malam.
Semakin sedikit jumlah peserta open trip diakuinya biaya perjalanan wisata disebutnya akan semakin mahal. Wisatawan biasanya akan mengecek setiap jadwal open trip yang akan dilakukan sehingga kuota bisa terpenuhi untuk kisaran 10 orang hingga 14 orang.
Biaya per orang untuk paket wisata 10 orang dikenakan biaya Rp740.000 perorang. Sebagian peserta dengan mengajak anggota keluarga bahkan dominan memilih paket wisata dengan jumlah 14 orang untuk menekan biaya perorang.
“Jadwal rutin dipasang di setiap biro perjalanan sehingga wisatawan lain yang akan berkunjung bisa bergabung dengan wisatawan lain untuk menekan biaya perjalanan,” kata Reza.
Fasilitas yang diperoleh bagi wisatawan yang kerap memilih momen liburan disebutnya berupa transportasi AC dari Pelabuhan Bakauheni-dermaga Ketapang kabupaten Pesawaran pulang pergi (PP),tiket kapal ferry Merak-Bakauheni (PP), asuransi, penginapan, makan 4 kali,serta fasilitas lain di lokasi wisata menyesuaikan dengan paket yang dipilih termasuk dalam penyediaan penginapan.
Villa dengan kapasitas 10 hingga 20 wisatawan kerap digunakan sementara untuk pengunjung dengan jumlah lebih sedikit pilihan menginap rata rata pada homestay.
Selain beberapa fasilitas disediakan oleh penyelenggara paket wisata ia juga menyebut sebagian wisatawan harus membawa perlengkapan pribadi sesuai kebutuhan.
“Destinasi wisata Pulau Pahawang memang masih menjadi destinasi favorit. Peluang ini menguntungkan bagi pelaku usaha wisata,pemilik kendaraan travel,pemilik sewa perahu dan masyarakat di lokasi wisata,” terang Reza.
Selain Pulau Pahawang,sejumlah destinasi wisata yang meningkat selama liburan sekolah dan tahun baru juga terjadi di pantai Minang Rua yang terus ditata dengan berbagai fasilitas.
Ryan Haikal sebagai salah satu pengurus di kelompok sadar wisata Minang Rua Bahari menyebut kunjungan ke pantai tersebut mulai meningkat sejak malam pergantian tahun dan saat tahun baru pengunjung pun masih terus berdatangan.
“ Momen berkumpul bersama keluarga dan kerabat di pantai sekaligus merayakan pergantian tahun umumnya dilakukan di pantai dengan makan bersama,” tutur Ryan.
Mengantisipasi insiden di lokasi wisata Ryan Haikal menyebut fasilitas ban dalam bekas dan pelampung serta peralatan keselamatan berikut petugas penjaga pantai juga telah disiapkan.
Pelatihan pada peristiwa musibah di pantai telah dilakukan oleh SAR Lampung termasuk penggunaan berbagai alat pertolongan di lokasi wisata. Faktor keselamatan diakuinya menjadi prioritas agar memberi kenyamanan bagi pengunjung.
Selama liburan Tahun Baru 2017 kepala seksi humas kantor SAR Lampung,Deny Kurniawan, saat dikonfirmasi juga menyebut fokus sejumlah destinasi wisata pantai menjadi perhatian kantor SAR Lampung dengan membentuk posko kesiapsiagaan di titik tempat wisata di kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus.
Setiap posko di bawah kendali kantor SAR Tanggamus dan Pesawaran masing masing disiagakan 8 personil.
Penyiagaan personil tersebut sekaligus peralatan keselamatan berupa perahu karet, pelampung serta alat komunikasi dan tenaga medis yang siap siaga. Petugas terhubung dengan kantor pusat di Natar untuk memantau semua tempat wisata di Lampung yang berpotensi terjadi musibah.
Sejumlah lokasi wisata disebut Deny Kurniawan mengalami peningkatan hingga 100 persen dibanding hari biasa. Dia menghimbau setiap objek wisata harus memiliki petugas penyelamat terutama untuk insiden di objek wisata yang harus ditangani. Call Center Basarnas juga disebutnya sudah diberikan ke sejumlah pengelola objek wisata.
