Lahar Dingin Gunung Mayon Harus Diwaspadai

LEGAZPI CITY – Warga masyarakat yang berada di sekitar gunung api Mayon yang meletus di bagian tengah Filipina diminta mencari kawasan-kawasan yang lebih aman. Hujan deras yang terjadi di wilayah tersebut berisiko memunculkan reruntuhan besar sisa erupsi yang tersapu aliran air di lereng-lereng gunung tersebut.

Pakar gunung api setempat mengatakan, reruntuhan bisa berunbah menjadi aliran lahar ketika aliran air menyapu lereng-lereng gunung. Gunung api paling aktif di Filipina tersebut telah mengeluarkan lava dan debu selama dua pekan terakhir. Bahkan the Philippine Institute of Volcanology and Seismology memprediksikan adanya letusan besar dalam beberapa hari kedepan. (baca: https://www.cendananews.com/2018/01/filipina-naikkan-status-gunung-mayon.html).

Pemerintah provinsi telah memperluas zona bahaya letusan Gunung Mayon ke radius sembilan kilometer dari gunung yang berada di Provinsi Albay. Perluasan tersebut menjadi yang kedua karena sebelumnya area berbahaya ditetapkan di radius delapan kilometer dari sebelumnya di radius enam kilometer. (Baca: https://www.cendananews.com/2018/01/radius-bahaya-gunung-mayon-diperluas-menjadi-8-kilometer.html).

Lebih 75.000 orang dipindahkan dari zona bahaya ke kawasan-kawasan yang aman. Tetapi banyak petani dan pekerja tambang tak memperhatikan perintah-perintah evakuasi. “Ancaman bahaya sudah ril, jadi kami mendesak siapa saja untuk siap-siap dan evakuasi ketika diberitahu oleh pihak berwenang,” kata Kepala Pemantau dan Prediksi Erupsi Badan Vulkanologi setempat Mariton Bornas, Sabtu (27/1/2018).

Mariton juga menyebutkan, adanya potensi kemunculan lahar baru dari lereng Gunung Mayon yang memiliki ketinggian 2.462 meter tersebut. Lahar dari Gunung Mayon dapat membawa batu besar dan bisa mengubur atau menyapu orang dan apapun yang ada di depannya.

Menurut Mariton mengatakan, batu-batu sebesar mobil dan rumah dapat turun dari lereng-lereng Mayon dengan cepat dalam hitungan menit. Hujan lebat yang turun di bagian tengah Filipina, membanjiri kawawan-kawasan penampungan dan menimbulkan risiko arus lahar. (Ant)

Lihat juga...