Kecewa Permintaan tak Direspon, Manajer PSS Pilih Mundur
SLEMAN – Kabar mengejutkan datang dari PSS Sleman. Manajer tim, Baryadi, memutuskan mundur dari posisinya sebelum kompetisi resmi bergulir. Eks Manajer Sriwijaya FC itu kecewa lantaran permintaan yang diajukan tidak direspons direksi PT Putra Sleman Sembada (PSS).
Padahal, sebagai manajer, ia dibebani target ambisius yakni membawa tim berjuluk Super Elang Jawa mendapatkan tiket promosi ke Liga 1 musim depan. Di sisi lain, Baryadi, tidak bisa leluasa bekerja karena belum menerima Surat Keputusan (SK).
SK penunjukan saya sebagai manajer sampai detik ini belum ada. Waktu persiapan juga sudah habis karena ini sudah Januari, kemungkinan bulan Maret kompetisi Liga 2 sudah bergulir,” ucap Baryadi, Kamis (4/1/2018).
Baryadi mengungkapkan, job sebagai manajer tim baru didapatkan secara lisan. Hal ini membuatnya tidak bisa leluasa bergerak mempersiapkan tim. Belum lagi ada tiga permintaannya yang tidak direspons direksi PT PSS. Padahal ketiganya berkaitan erat jika PSS serius ingin promosi ke Liga 1.
Tiga permintaan yang dimaksud adalah terkait pemindahan mess pemain dari kompleks Stadion Maguwoharjo ke lokasi yang baru. Kompleks stadion dinilai tidak representatif untuk mess pemain karena satu ruangan diisi cukup banyak pemain.
Permintaan lain terkait katering agar pemain tidak kesulitan mendapat jatah makan. Ia juga ingin katering yang siap menyediakan menu sesuai kebutuhan gizi dan kalori pemain profesional. Terakhir, permintaan terkait kuota belanja pemain.
“Semuanya belum terealisasi tapi saya malah dikejar-kejar untuk tanda tangan kesanggupan menyediakan dana untuk kebutuhan di luar manajemen seperti biaya nonteknis. Kalau soal ini seharusnya tidak perlulah dikejar-kejar karena direksi seharusnya sudah paham komitmen saya sejak awal untuk membawa tim ini ke Liga 1. Apalagi saya juga putra daerah,” tegasnya.
Baryadi juga meminta maaf kepada pecinta sepakbola di Sleman dan kelompok suporter. Terlebih, namanya mengemuka setelah adanya dorongan kuat dari salah satu kelompok suporter PSS.
“Saya minta maaf belum bisa memenuhi keinginan masyarakat Sleman. Sebenarnya PSS tanpa sosok Baryadi itu bisa kok promosi ke Liga 1 karena memiliki orang-orang yang berkomitmen kuat di jajaran manajemen,” terangnya.
Asisten Manajer PSS, Sismantoro mengaku, belum mengetahui secara resmi perihal mundurnya Baryadi sebagai manajer. “Bisa jadi memang karena kesibukannya di Palembang yang membuatnya mundur,” ucapnya.
Sismantoro mengaku, menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada manajemen. “Itu sudah ranahnya PT, termasuk apakah akan cari pengganti. Tidak masalah Baryadi mundur, karena kami tetap fokus ke pembentukan tim saja yang semuanya sudah diskedul sejak Desember akhir tahun lalu,” tegasnya.