Insiden Ambruknya Proyek LRT, Sandiaga Prihatin
JAKARTA – Sebuah proyek Light Rapid Transit (LRT) di Jalan Kayu Putih Raya, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur yang merupakan bagian dari penghubung Kelapa Gading – Velodrome sepanjang 5,8 kilometer yang rencananya digunakan sebagai persiapan untuk menghadapi penyelenggaraan Asian Games 2018, ambruk.
Proyek transportasi massal ini telah menghabiskan anggaran negara sebanyak Rp 57 miliar yang sudah dikerjakan sejak pertengahan 2016. Proyek tersebut ditargetkan akan selesai pada Juli 2018. Namun proyek LRT itu ambruk pada Senin 22 Januari 2018 sekitar pukul 00.10 WIB. Ambruknya LRT mengakibatkan lima orang pekerja, mengalami luka akibat terkena reruntuhan proyek tersebut.
Atas kecelakaan ini Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengungkapkan keprihatinan dan berduka atas musibah pekerja proyek LRT.
“Saya prihatin dan sangat berduka cita, kalau ada pekerja yang menjadi korban dari kecelakaan pekerjaan proyek tersebut,” ucap Sandiaga kepada wartawan di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018).
Sandiaga menduga dalam pekerjaan proyek LRT ini ada prosedur yang terlupakan. Karena PT Jakarta Propertindo tengah mengejar target LRT yang mereka bangun sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. Dia menyampaikan, pada pekan lalu Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Satya Heragandhi, sudah melaporkan bahwa realisasi pengerjaan LRT Kelapa Gading-Rawamangun melenceng dari target.
“Pak Satya bilang, kita sudah mulai ketinggalan nih dari realisasi sama rencana. Karena cuaca, karena keterlambatan kerja. Sedangkan target Juni-Juli sudah harus beroperasi untuk Asian Games,” katanya.
Kata Sandiaga, Setya menyebutkan pihaknya akan mempercepat pengerjaan proyek LRT. Namun dia khawatir mengenai keselamatan pada pekerja proyek tersebut.
“Mereka akan kejar dengan shift yang ditambah, tambah orang. Kita sama-sama khawatir masalah keselamatan kerja,” imbuhnya.
Sandiaga Uno menyampaikan, jika dikejar target, ada saja prosedur yang terlupakan demi mengefisiensi waktu.
Pada pembangunan proyek LRT ini, dia berharap, LRT Kelapa Gading-Rawamangun bisa mulai beroperasi sesuai target. Sementara, dia mengakui, belum mengetahui dan belum mendapat laporan terkait ambrolnya konstruksi proyek tersebut yang menimpa para pekerjanya.
“Jadi saya belum dapat laporan, tadi pagi saya sempat browsing di-sending urgent belum ada laporan tersebut. Nanti saya akan minta laporan lengkap,” tuturnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menginformasikan kejadian robohnya konstruksi proyek LRT pada Senin dini hari. Informasi tersebut disampaikan melalui akun Twitter resmi BPBD DKI Jakarta pada pukul 00.10 WIB.
Sementara kelima pekerja proyek LRT yang menjadi korban saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Columbua Asia, Kayu Putih, Jakarta Timur. Korban tersebut bernama Rois Julianto (27), Wahyudin (18), Abdul Mupit (30), dan Ahmad Kumaedi (22) mengalami luka ringan sedangkan Jamal hingga kini belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan. Dikhawatirkan masih ada korban lain.