JAKARTA —- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menjelaskan gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten dan getarannya terasa hingga di Ibu Kota Jakarta.
Dari pantauan Cendana News, gempa juga dirasakan di kawasan Balai Kota, Jakarta Pusat. Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pengunjung yang ada di Balai Kota berhamburan ke lapangan. Cendana News yang berada di lokasi sempat merasakan gempa lebih dari satu menit di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 13.35 WIB. Guncangan gempa sangat kuat, sehingga membuat panik seluruh warga di Balai Kota.
Salah satu pegawai, Mega (23), mengatakan gempa terjadi saat dirinya sedang makan di lantai dasar, sehingga bisa dengan mudah keluar menuju lapangan. “Tadi lagi makan di depan Balai Agung, lalu terasa gempa, saya pikir vertigo saya kambuh, merasa pusing. Ternyata satpam teriak gempa dan banyak yang lari keluar,” katanya, di halaman Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018).
Petugas keamanan mengarahkan pegawai ke ruang terbuka. Petugas meminta warga untuk tenang. “Ke lapangan semua, tenang dan jangan panik,” kata petugas keamanan Balai Kota.
Namun, tak hanya seluruh karyawan PNS maupun tamu Balai Kota, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno juga ikut keluar ruangan. Bersama para tamu undangan Sandiaga menepi ke samping teras di Balai Kota.
Terlihat pula para karyawan PNS maupun tamu mendadak menjadi seorang videografer amatir untuk mengabadikan peristiwa gempa di Balai Kota. Ada juga yang melakukan selfie di tengah kerumunan orang yang panik dan menelpon rekannya yang masih terjebak di lantai atas gedung DPRD DKI Jakarta.
Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten. Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi daj Geofisika (BMKG) pusat gempa berada pada titik koordinat 7.21 lintang Selatan dan 105.91 bujur timur. Gempa terjadi pukul 13.35 WIB.
BMKG juga melaporkan gempa besar ini tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak terlalu panik.