KUPANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari, Kupang, melaporkan gelombang tinggi yang terjadi di wilayah perairan NTT selama satu minggu ke depan akibat tiga pola tekanan rendah yang tumbuh di Australia.
“Berdasarkan hasil analisa, gelombang tinggi yang terjadi pada 24-29 Januari 2018 disebabkan oleh adanya tiga pola tekanan rendah yang tumbuh di bagian selatan Nusa Tenggara Timur (NTT),” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG El Tari Kupang ,Ota Welly Jenni Thalo, di Kupang, Kamis (25/1/2018).
Tiga pola tekanan rendah itu meliputi 999 Hecto pascal (hPa) yang terjadi di bagian tenggara Pulau Timor, dan 999 hPa yang tumbuh di bagian selatan Pulau Timor/Barat Daya Australia.
Sedangkan, tekanan rendah 1001 Hecto pascal (hPa) terjadi di Barat Daya Nusa Tenggara Timur atau Barat laut Australia yang kemudian memicu terjadinya gelombang besar di wilayah perairan NTT.
Ia mengatakan, tiga pola tekanan rendah tersebut kemudian membawa angin melewati wilayah NTT, sehingga dampak untuk wilayah yang dilewati berpotensi terjadi angin kencang dan gelombang tinggi.
BMKG memprakirakan, gelombang setinggi tujuh meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara gelombang setinggi lima meter berpotensi terjadi di Selat Sumba dan perairan Selatan Pulau Sumba.
Gelombang setinggi empat meter juga berpotensi terjadi di Laut Sawu.
Gelombang setinggi 3,5 meter juga berpotensi terjadi di Selat Sape dan perairan Utara Pulau Flores, perairan selatan Kupang, Pulau Rote, Selat Sumba dan Laut Timor selatan Nusa Tenggara Timur.
Ia mengatakan, untuk perubahan cuaca ekstrem di wilayah NTT terjadi sangat cepat, sehingga masyarakat yang membutuhkan informasi cuaca secara update dapat mengakses langsung ke BMKG. (Ant)